Baptis

Baptis2020-02-24T00:40:00+07:00

Berita Terbaru

Baptis

Sakramen Baptis adalah sakramen pertama yang diterima oleh seorang yang hendak menjadi anggota Gereja Katolik. Sakramen Baptis adalah sakramen pertama dalam inisiasi Katolik. Inisiasi adalah penerimaan seseorang masuk ke dalam atau menjadi anggota kelompok tertentu.

Pembaptisan membebaskan penerimanya dari dosa asal serta semua dosa pribadi dan dari hukuman akibat dosa-dosa tersebut, dan membuat orang yang dibaptis itu mengambil bagian dalam kehidupan Tritunggal Allah melalui “rahmat yang menguduskan” (rahmat pembenaran yang mempersatukan pribadi yang bersangkutan dengan Kristus dan Gereja-Nya).

Sakramen Baptis mendatangkan dua macam berkat, yaitu penghapusan dosa dan pencurahan Roh Kudus beserta karunia-Nya ke dalam jiwa kita, yang memampukan kita untuk hidup baru (Kis. 2:38). Oleh Pembaptisan, kita diangkat menjadi anak-anak Allah dan digabungkan ke dalam Gereja yang menjadikan kita anggota Tubuh Kristus.

Sumber: Panduan Pelaksanaan Administrasi Paroki, KAJ 2016

JADWAL SAKRAMEN BAPTIS

Di Paroki Pulo Gebang,  Sakramen Baptis dikategorikan menjadi 2 (dua),  Baptis Bayi dan Baptis Dewasa dengan jadwal sbb :

Baptis Bayi I II III IV
Pembukaan pendaftaran dd/mm/2020 dd/mm/2020 dd/mm/2020
Penutupan pendaftaran  9 Feb 2020
Rekoleksi Orangtua & Wali Baptis
(wajib hadir & BBM)
16 Feb 2020
pk 11:00 WIB
Kapel St. Gabriel
Penerimaan Sakramen Baptis 23 Feb 2020
BAPTIS DEWASA
Pembukaan pendaftaran
Penutupan pendaftaran  9 Feb 2020
Pertemuan pertama
(Wajib hadir & BBM)
16 Feb 2020 pk 08:30 WIB di Ruang Yakobus
Rekoleksi & Gladi Kotor
Gladi bersih
Penerimaan Sakramen Baptis

Kontak

Baptis Bayi Linda Budiman
Baptis Dewasa Maria Risnaniar

Download

Brosur
Buku Panduan
Form A1 – Pendaftaran Baptis Bayi
Form A2 – Pendaftaran Baptis Dewasa

Silahkan Download formulir di atas.
Formulir bisa langsung diisi kemudian di print.

Video

Text Misa

MINGGU PALMA
MENGENANGKAN SENGSARA TUHAN
Katedral Jakarta, 4-5 April 2020

PENGANTAR
Hari Minggu Palma mengawali perayaan Pekan Suci. Dalam perayaan ini, Gereja mengenangkan peristiwa Yesus Kristus memasuki Kota Yerusalem untuk menggenapi misteri Paskah-Nya. Ia masuk ke kota Yerusalem dengan kerendahan hati-Nya sebagai Raja, untuk kemudian mengalami sengsara, wafat, lalu bangkit dengan mulia pada hari ketiga. Kerendahan hati Sang Raja Abadi inilah yang membawa kemenangan atas dosa dan keselamatan bagi semua orang.

I. RITUS PEMBUKA
LAGU PEMBUKA
TANDA SALIB DAN SALAM
SERUAN TOBAT
TUHAN KASIHANILAH KAMI

Doa Pembuka
I : Marilah kita berdoa:
Allah yang Mahakuasa dan kekal, Putra-Mu terkasih telah menjadi manusia dan rela direndahkan sampai wafat di kayu salib, sebagai teladan kerendahan hati bagi umat manusia. Bukalah hati kami untuk memahami misteri sengsara Putra-Mu serta perkenankanlah kami meneladani kerendahan hati-Nya sehingga kami pun pantas untuk bangkit bersama Dia, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.

II. LITURGI SABDA

BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Kitab Yesaya (Yes 50:4-7)

Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabuti janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi, Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka, aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.
Demikianlah sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ulangan: Allah-Ku, ya Allah-Ku, mengapa Kau tinggalkan Daku?

1/ Semua yang melihat Aku mengolok-olok; mereka mencibirkan bibir dan menggelengkan kepala! Mereka bilang: “Ia pasrah kepada Allah! Biarlah Allah yang meluputkan-Nya, biarlah Allah melepaskan-Nya! Bukankah Allah berkenan kepada-Nya?”

2/ Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka, dan membuang undi atas jubah-Ku. Tetapi Engkau, Tuhan, janganlah jauh; Ya kekuatan-Ku, segeralah menolong Aku.

BACAAN KEDUA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi (Flp. 2:6-11)

Saudara-saudara, walaupun dalam rupa Allah, Kristus Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit, yang ada di atas dan di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa semua lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan.’
Demikianlah sabda Tuhan.
U :  Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil
Ulangan: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal

Kristus taat untuk kita sampai wafat-Nya di salib. Dari sebab itulah Allah mengagungkan Yesus, dan menganugerahkan nama yang paling luhur kepada-Nya.

BACAAN INJIL (Mat 27:11-54 singkat)

R1 : Romo yang berperan sebagai narator
R2 : Romo yang berperan sebagai Pilatus, Serdadu
R3 : Romo yang berperan sebagai Yesus

R1 : Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Matius

Benarkah Engkau Raja Yahudi?

R1 : Sesudah ditangkap dan dihadapkan ke Mahkamah Agung Yahudi, Yesus lalu dihadapkan kepada gubernur, yakni Pilatus, yang bertanya:
R2 : Benarkah Engkau raja orang Yahudi?
R1 : Jawab Yesus:
R3 : Engkau sendiri mengatakannya!
R1  : Tetapi, atas tuduhan yang diajukan oleh iman-imam kepala dan para pemuka, Yesus tidak memberi jawaban apapun. Maka, kata Pilatus kepada-Nya:
R2 :Tidakkah Engkau mendengar semua tuduhan yang mereka lemparkan kepada-Mu?
R1 : Tetapi Yesus tidak menjawab sepatah kata pun, sehingga gubernur sangat heran. Adapun menurut kebiasaan pada hari pesta, gubernur membebaskan salah seorang tahanan sesuai dengan pilihan rakyat. Pada waktu itu di dalam penjara ada seorang tahanan yang terkenal bernama Barabas. Ketika rakyat berkumpul, Pilatus bertanya kepada mereka:
R2 : Siapakah yang harus kulepaskan, Barabas atau Yesus yang disebut Almasih itu?
R1 : Memang Pilatus tahu, bahwa Yesus diserahkan kepadanya hanya karena rasa dengki saja. Ketika Pilatus sedang duduk di ruangan pengadilan, istrinya mengirim pesan agar ia tidak ikut campur tangan dalam perkara orang saleh itu.
R1 : Namun, para imam kepala dan para pemuka-pemuka mulai menghasut rakyat, supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. Gubernur bertanya lagi kepada mereka:
R2 : Siapa di antara kedua orang ini yang harus kulepaskan?
R1 : Mereka berteriak:
R1+R2 : Barabas!
R1 : Lalu Pilatus bertanya kepada mereka:
R2 : Jika begitu, apa yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Almasih ini?
R1 : Mereka semua berseru:
R1+R2 : Dia harus disalibkan!
R1 : Pilatus berkata:
R2 : Tetapi kejahatan apa yang dilakukan-Nya?
R2 : Namun semakin keras mereka berteriak:
R1+R2 : Dia harus disalibkan!
R1 : Pilatus menyadari, bahwa segala usahanya sia-sia, malahan semakin menimbulkan huru-hara. Ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak sambil berkata:
R2  :Aku tidak bertanggung jawab atas darah orang ini. Terserah kepadamu sekalian!
R1 : Dan seluruh rakyat itu menyahut:
R1+R2 : Biarlah darah orang ini menjadi tanggungan kami dan anak-anak kami!
R1 : Kemudian Pilatus membebaskan Barabas, dan ia menyuruh mendera Yesus, lalu menyerahkan-Nya kepada mereka untuk disalibkan.

Salam, hai raja orang Yahudi!

R1 : Maka serdadu-serdadu gubernur membawa Yesus masuk ke gedung pengadilan dan mengumpulkan seluruh pasukan di sekeliling-Nya. Mereka menanggalkan pakaian Yesus dan mengenakan pada tubuh-Nya sehelai kain ungu. Kemudian mereka menganyam sebuah mahkota dari ranting-ranting berduri dan memasangnya di atas kepala Yesus. Sebatang buluh diberikan di tangan kanan-Nya. Mereka berlutut di depan Yesus dan mengolok-olok dengan kata-kata:
R2 : Salam, hai Raja orang Yahudi!
R1 : Mereka meludahi Yesus, mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olok Yesus, mereka menanggalkan kain ungu itu dan menyuruh Yesus mengenakan pakaian-Nya sendiri. Lalu Yesus digiring ke luar untuk disalibkan.

Yesus disalibkan

N Sementara berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang bernama Simon dari Kirene. Dia dipaksa memanggul salib Yesus. Dan ketika sesudah sampai di tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Yesus diberi minum anggur bercampur empedu. Setelah mengecapnya, Yesus tidak mau meminumnya. Kemudian Yesus disalibkan. Sesudah itu, para prajurit membagi-bagikan pakaian Yesus dengan membuang undi. Lalu mereka duduk mengawasi Yesus. Di atas kepala-Nya dipasang tulisan: ‘Inilah Yesus Raja Orang Yahudi’. Ada juga dua orang perampok disalibkan bersama Yesus, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya.

Kalau benar Engkau Putra Allah, turunlah dari salib

R1 : Orang-orang yang lewat di situ mengejek Yesus dan menggeleng-gelengkan kepala sambil berkata:
R2 : Hai, Engkau yang mau membongkar Bait Suci dan membangunnya kembali dalam tiga hari saja, selamatkanlah diri-Mu sendiri! Kalau benar Engkau Putra Allah, turunlah dari salib!
R1 : Demikian juga imam-imam kepala, bersama dengan ahli taurat dan para pemuka mengolok-olok:
R2 : Orang lain diselamatkan-Nya, tetapi diri-Nya sendiri, tidak dapat Ia selamatkan! Kalau memang Dia raja Yahudi, biarlah Ia sekarang turun dari salib dan kami akan percaya kepada-Nya. Bukankah Ia berkata, Aku Putra Allah?
R1 : Dan bahkan perampok yang disalibkan bersama Yesus mengejek-Nya juga.

Eli, Eli, lama sabakhtani!

R1 : Mulai dari jam dua belas siang sampai jam tiga sore seluruh daerah itu diliputi kegelapan. Kira-kira jam tiga, berserulah Yesus dengan suara nyaring:
R3 : Eli, Eli, lama sabakhtani?
R1 : Yang artinya:
R3 : Allah-Ku, ya Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Daku?
R1 : Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata:
R2 : Ia memanggil Elia!
R1 : Dengan segera, mendekatlah seorang dari mereka, mengambil sebuah bunga karang dan mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang tongkat dan memberi Yesus minum. Tetapi orang-orang lain berkata:
R2 : Jangan, mari kita lihat saja, apa Elia datang menyelamatkan Dia.
R1 : Yesus berseru lagi dengan suara nyaring, lalu menyerahkan nyawa-Nya.

(Semua hening sejenak merenungkan wafat Tuhan)

R1 : Ketika itu tirai Bait Suci terbelah menjadi dua dari atas sampai ke bawah, dan terjadilah gempa bumi. Bukit-bukit batu terbelah, kubur-kubur terbuka menganga, dan banyak orang suci yang telah meninggal bangkit kembali. Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu memasuki kota suci, dan menampakkan diri kepada banyak orang. Ketika kepala prajurit dan para prajurit menyaksikan gempa bumi dan semua peristiwa itu, mereka sangat takut dan berkata:
R1+R2 : Sungguh, orang ini adalah Putra Allah!

R1 : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.

HOMILI
SYAHADAT/AKU PERCAYA

Doa Umat
I : Bersama Yesus yang memilih taat sampai wafat, marilah meletakkan harapan pada Allah Bapa kita, dan memohon rahmat kasih setia-Nya.

L : Ya Bapa, berilah rahmat kesehatan dan sertailah Gereja-Mu agar tanpa ketakutan mewartakan Kabar Baik tentang salib dan kebangkitan Kristus kepada semua orang dan saling menguatkan satu sama lain di tengah situasi tidak mudah seperti sekarang. Marilah kita mohon:
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Ya Bapa, dampingilah pada pemimpin masyarakat kami agar berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan tersebarnya virus Corona ini dan mengatasi akibat-akibatnya. Marilah kita mohon:
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Ya Bapa, sertailah dengan rahmat kesehatan dan daya tahan bagi para dokter, tenaga medis dan semua orang yang dalam satu dan lain cara terlibat di garda terdepan untuk memulihkan keadaan. Marilah kita mohon:
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Ya Bapa, bimbinglah hati nurani keluarga-keluarga yang mendambakan kerukunan dan perdamaian dan curahkanlah rahmat hati Putra-Mu yang lemah lembut dan rendah hati dalam diri anggota keluarga yang sedang dipisahkan oleh pertentangan dan kebencian. Marilah kita mohon:
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Ujud Universal Gereja: Semoga saudara-saudari kita yang menderita karena kecanduan dalam bentuk apapun, bisa mendapatkan pertolongan dan pendampingan. Marilah kita mohon:
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Ujud Gereja Indonesia: Semoga Gereja berkenan mencari sarana-sarana konkret untuk melatih keluarga-keluarga Katolik dalam menghidupi dan meningkatkan budaya literasi baca. Marilah kita mohon:
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

………… Hening Sejenak ………….

I Allah Bapa Surgawi, demi cinta kasih-Mu, Engkau menghendaki kami menjadi putra dan putri-Mu berkat jasa Yesus Kristus, Putra-Mu. Terimalah dan kabulkanlah permohonan kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U Amin.

III. LITURGI EKARISTI

Lagu Persiapan Persembahan
Doa Persiapan Persembahan
I Allah Bapa Surgawi, Yesus Kristus, Putra Tunggal-Mu datang dan membawa pendamaian antara Engkau dengan kami. Semoga berkat kurban yang penuh daya ini, kami dapat merasakan belas kasih-Mu yang tak berkesudahan. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

PREFASI MINGGU SENGSARA
KUDUS
DOA SYUKUR AGUNG
BAPA KAMI
DOA DAMAI
ANAK DOMBA ALLAH

KOMUNI
Doa Komuni Batin

YESUSKU,
aku percaya bahwa Engkau hadir dalam Sakramen Mahakudus.
Aku mengasihi-Mu melebihi segala sesuatu,
dan aku merindukan Engkau dalam seluruh jiwaku.

Karena aku tidak dapat menerima-Mu secara sakramental saat ini,
maka datanglah ya Tuhan
sekurang-kurangnya secara rohani dalam hatiku,
meskipun Engkau selalu telah datang.

Aku memeluk-Mu
dan ingin mempersatukan seluruh diriku seutuhnya dengan-Mu,
dan jangan ijinkan aku terpisah dari-Mu. Amin.

Doa Sesudah Komuni
I : Allah Bapa yang Mahabaik, Kristus datang ke Yerusalem dan disambut sebagai Raja. Berkatilah kami agar dengan gembira menerima Putra-Mu dan mau menjadikan-Nya sebagai penuntun hidup kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami.
U : Amin.

IV. RITUS PENUTUP

BERKAT DAN PENGUTUSAN

I : Tuhan sertamu.
U : Dan sertamu juga.

I : Saudara sekalian,
Allah, Bapa yang Maharahim memberikan teladan cinta kasih lewat sengsara Putra-Nya yang tunggal. Semoga saudara dianugerahi berkat yang tiada tara karena pengabdian kepada Allah dan pelayanan kepada sesama.
U : Amin.

I : Semoga saudara memperoleh kebahagiaan abadi berkat wafat Kristus yang mengantar saudara memasuki hidup yang kekal.
U : Amin.

I : Semoga dengan ikut merendahkan diri bersama Kristus, saudara pun ikut bangkit bersama Dia.
U : Amin.

I : Semoga saudara sekalian dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U : Amin.

I Saudara-saudari, perayaan Ekaristi telah selesai.
U Syukur kepada Allah

I Marilah pergi kita diutus!
U Amin.

Lagu Penutup