Misa Hari Orang Sakit Sedunia dan Syukur Hari Ulang Tahun Romo Aloysius Susilo Wijoyo, Pr ke-54

Disiarkan secara langsung melalui Channel Media Sosial Paroki Pulogebang :

Video akan muncul 15 menit (minimal) sebelum Misa dimulai. Jika tidak muncul mohon refresh halaman ini atau

http://youtube.com/parokipulogebang/live

MISA HARI ORANG SAKIT SEDUNIA KE 30
SYUKUR 54TH HUT ROMO ALOYSIUS SUSILO WIJOYO, PR
Jumat, 11 FEBRUARI 2022

RITUS PEMBUKA
Nyanyian Pembuka: Wahai Saudara ( PS 319 )

Wahai saudara siapkanlah diri, mari menghadap Tuhan Allahmu
Mari saudara satukanlah hati, didalam kurban Kristus Tuhanmu

Kita pendosa yang diundang pesta memuliakan Allah Bapa kita
Marilah menghadap Tuhan Allahmu didalam kurban Kristus Tuhanmu

TANDA SALIB DAN SALAM PENGANTAR
TOBAT – TUHAN KASIHANILAH KAMI
DOA KOLEKTA
LITURGI SABDA

BACAAN I (2 Sam 11:1-4a. 5-10a. 13-17)

MAZMUR TANGGAPAN
“Kasihanilah kami, ya Tuhan,karena kami orang berdosa “

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu
Menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,
Dan tahirkanlah aku dari dosaku.

Sebab aku sadar akan pelanggaranku,
Dosaku selalu terbayang dihadapanku.
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa,
Yang jahat dalam padangan-Mu kulakukan.

BAIT PENGANTAR INJIL
“Alleluya”

Terpujilah Engkau,ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

BACAAN INJIL (Mrk 4:26-34)
HOMILI
LITURGI EKARISTI
A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN ( PS 379 )
Doa Persiapan Persembahan
B. DOA SYUKUR AGUNG
BAPA KAMI
DOA DAMAI
ANAK DOMBA ALLAH
PENERIMAAN KOMUNI ( PS 434 ) Lagu KOMUNI BATIN
DOA SESUDAH KOMUNI

RITUS PENUTUP

LAGU PENUTUP “ TUHAN ALLAH, NAMAMU KAMI PUJI ( PS 668 )

Tuhan Allah, nama-Mu kami puji dan masyurkan
Isi dunia sujud dihadapan-Mu ya Tuhan
Bala surga dan menyembah Dikau Khalik semesta

Kerubin dan seraphim memuliakan Yang Trisuci
Para rasul dan nabi, martir yang berjubah putih
Greja yang kudus, esa kepada-Mu menyembah

Pengumuman

Panduan ikut Misa Online

  1. Mempersiapkan diri anda sebaik-baiknya. Bersih, rapi dan berpakaian pantas sekalipun tidak harus formal. Persiapkan juga batin anda, seperti layaknya mengikuti Misa di Gereja.
  2. Plihlah lokasi yang baik. Jika bersama anggota keluarga yang lain, bisa di ruang tamu atau ruang keluarga. Jika dilakukan secara pribadi, carilah tempat yng tidak mudah terganggu oleh orang lain (misalnya di ruang doa atau kamar tidur yang memiliki meja dan kursi). Pastikan sinyal wifi lancar.
  3. Ikuti Perayaan Ekaristi secara penuh. Jangan sepotong-potong. Fokus. Tinggalkanlah urusan yang lain dan tidak menerima telpon.
  4. Sebelum mengikuti tayangan Misa via Online, ambilah waktu persiapan dengan berdoa secara pribadi.
  5. Silahkan duduk sepanjang Misa. Tidak perlu berdiri atau berlutut. Sangat baik jika di depan tempat duduk anda, terdapat meja yang dilengkapi dengan Salib dan lilin menyala.
  6. Ikutilah Misa dengan sungguh-sungguh secara penuh. Sebagaimana Misa di Gereja, buatlah tanda Salib pada awal dan akhir Misa. Berpartisipasilah secara penuh dengan menjawab bagian umat meskipun tidak harus diucapkan.
  7. berdoalah secara pribadi pada saat Penerimaan Komuni. Silahkan berdoa “Doa Komuni Batin”.

Doa Komuni Batin

YESUSKU,
aku percaya bahwa Engkau hadir dalam Sakramen Mahakudus.
Aku mengasihi-Mu melebihi segala sesuatu,
dan aku merindukan Engkau dalam seluruh jiwaku.

Karena aku tidak dapat menerima-Mu secara sakramental saat ini,
maka datanglah ya Tuhan
sekurang-kurangnya secara rohani dalam hatiku,
meskipun Engkau selalu telah datang.

Aku memeluk-Mu
dan ingin mempersatukan seluruh diriku seutuhnya dengan-Mu,
dan jangan ijinkan aku terpisah dari-Mu.

Amin.

Doa Komuni Batin merupakan keinginan mendalam untuk bersatu dengan Yesus Kristus dalam Ekaristi Kudus sebagai tanggapan akan keinginan Tuhan sendiri atas persatuan tersebut.
Sederhananya, doa ini dapat menggantikan komuni (yang diterima dalam Ekaristi) pada situasi-situasi yang amat sangat mendesak.

sumber : Katolik Media
Gerald O'Collins, SJ & Edward G. Farrugia, SJ (1996).
Kamus Teologi (edisi ke-2006, Cetakan ke-9).
Kanisius. hlm. 149. ISBN 979-497-524-9