Imamat

Berkat Sakramen Baptis, semua orangĀ  diikutsertakan dalam imamat Kristus. Namun berkat Sakramen Imamam (Tahbisan), orang beriman “atas caranya yang khas mengambil bagian dalam imamat Kristus” dan “diarahkan satu kepada yang lain“, walaupun “berbeda dalam kodratnya” (LG 10), untuk mengembangkan rahmat Pembaptisan; dalam penghayatan iman, harapan dan cinta; dalam hidup sesuai dengan Roh Kudus.

Sakramen Imamat diterima oleh seseorang sekali seumur hidup. Dengan sakramen ini maka seorang manusia diangkat untuk mengabdikan hidupnya sebagai citra Kristus. Gereja menyatakan ini dengan berkata bahwa seorang imam, berkat Sakramen Tahbisan, bertindak “atas nama Kristus, Kepala” (in persona Christi capitis). Menjadi konfigurasi Kristus selaku Kepala Gereja dan Imam Agung, serta menganugerahkan baginya kuasa, sebagai asisten Uskup setempat, untuk merayakan sakramen-sakramen dan kegiatan-kegiatan liturgis lainnya, teristimewa Ekaristi. Hanya Uskup yang boleh melayani sakramen ini.

Sumber: Panduan Pelaksanaan Administrasi Paroki, KAJ 2016

 

Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Seksi Panggilan:

  • Bapak Sunaryo (0816-760-569)