Ritus Tahun Yubelium St. Fransiskus

Catatan:
Dalam ritus ini, ada upacara mempersembahkan lilin menyala kepada Santo Fransiskus. Karena itu, sebaiknya panitia setempat (tuan rumah) menyediakan:
• Salib Tuhan
• Patung/Ikon/Lukisan Santo Fransiskus Assisi
• Sejumlah lilin yang ukurannya sesuai dengan tempat tersebut.

RITUS TAHUN YUBILEUM SANTO FRANSISKUS

Di luar Gereja / Kapel

1. Doa Sembah Sujud (Penghormatan Kepada Gereja)

Para peziarah berkumpul di depan gereja atau kapel. Sebagai kenangan akan Fransiskus yang begitu menghormati gereja, maka para peziarah sambil menunduk atau membungkuk mendoakan “Doa Sembah Sujud” sebelum memasuki gereja atau kapel.

P : Saudara-saudari, mari kita mendengarkan kisah Santo Fransiskus yang begitu menghormati gereja-gereja.
(Pemimpin atau salah satu peserta membaca kisah di bawah ini)

Di mana saja gereja berdiri, mereka membungkuk sampai ke tanah, pun kalau mereka tidak berada di sana tetapi bagaimanapun juga melihatnya dari jauh, dan dengan menundukkan badan dan jiwa ke arahnya, mereka menyembah Allah Yang Mahakuasa sambil berkata: “Kami menyembah Engkau, Kristus, (di sini) dan di semua gereja di seluruh dunia,” sebagaimana telah diajarkan bapak suci Fransiskus kepada mereka.

Dan yang tidak kurang menakjubkan ialah bahwasanya mereka melakukan itu pula di mana saja mereka melihat salib atau tanda salib, entah di tanah, entah di dinding, entah di pohon, entah di pagar-pagar jalan. (1Cel 45)

P : Mengikuti teladan Santo Fransiskus, marilah kita menundukkan kepada atau membungkukkan badan dan mendoakan Doa Sembah Sujud bersama-sama:

U : Kami menyembah Engkau, Tuhan Yesus Kristus, di sini dan di semua gereja-Mu yang ada di seluruh dunia, dan kami memuji Engkau, sebab Engkau telah menebus dunia dengan salib-Mu yang suci.

RITUS TAHUN YUBILEUM SANTO FRANSISKUS

Di dalam Gereja / Kapel

Doa di Depan Salib (Penghormatan Kepada Salib)
Para peziarah duduk. Di depan patung disiapkan tatakan untuk menempatkan lilin.
P : Saudara-saudari, Santo Fransiskus begitu menghormati Salib Yesus. Pertobatannya juga diawali dengan perjumpaan dengan Dia yang disalibkan. Mari kita mendengarkan kisah Santo Fransiskus yang begitu menghormati salib dan bagaimana Yang Tersalib memberikan perintah kepada Santo Fransiskus.
(Pemimpin atau salah satu peserta membaca kisah di bawah ini)
Selang beberapa hari Fransiskus mondar-mandir di dekat Gereja San Damiano. Dalam batin dikatakan kepadanya, agar masuk untuk berdoa. Ia masuk dan mulai berdoa dengan hangatnya di depan sebuah Salib.
Dengan lembut dan iba, gambar Yesus yang ada di salib itu berkata kepada Fransiskus: “Hai Fransiskus, tidakkah kaulihat rumahKu yang hampir roboh ini? Jadi, pergilah dan perbaikilah untukKu”. Dengan gemetar dan takjub Fransiskus berkata, “dengan senang hati aku mau berbuat demikian, ya Tuhan”. Sebab ia memahami apa yang dimaksud ialah gedung gereja itu, yang karena sangat tua, terancam tidak lama lagi akan runtuh. Tetapi akibat sapaan tersebut, ia begitu penuh sukacita dan begitu diterangi cahaya, sehingga dalam batinnya ia yakin bahwa yang telah berbicara dengannya itu benar-benar Kristus yang tersalib. (K3S 13).
Doa di Depan Salib didoakan dengan cara berlutut dan merentangkan tangan.
P : Mari kita memulai doa ziarah Yubileum Santo Fransiskus ini dengan membuat tanda kemenangan Kristus.
P : Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
U : Amin.
P : Mengikuti teladan Santo Fransiskus, mari kita berlutut, merentangkan tangan dan mendoakan Doa di Depan Salib bersama-sama:

U : Allah Yang Mahatinggi dan penuh kemuliaan, terangilah kegelapan hatiku dan berilah aku iman yang benar, pengharapan yang teguh dan kasih yang sempurna;

Berilah aku, ya Tuhan, perasaan yang peka dan budi yang cerah, agar aku mampu melaksanakan perintah-Mu yang kudus dan takkan menyesatkan.

3. Kidung Segenap Ciptaan Penghormatan Kepada Alam Ciptaan
Para peziarah duduk.
P : Santo Fransiskus begitu mencintai dan menghormati segenap alam ciptaan. Ia memanggil mereka dengan sapaan saudara dan saudari. Mari kita mendengarkan kisah Santo Fransiskus menciptakan syair “Kidung Segenap Ciptaan” yang merupakan ungkapan cintanya kepada alam semesta sebagai ciptaan Allah.
(Pemimpin atau salah satu peserta membaca kisah di bawah ini)
Sesudah Fransiskus mendapat kepastian dari Allah, bahwa sakitnya merupakan jaminan untuk Kerajaan Allah yang boleh diharapkannya sebagai harta warisan, maka “waktu itu ia menggubah Kidung Pujian tentang makhluk-makhluk dan membangkitkan semangat mereka untuk memuji Sang Pencipta” (2Cel 213).
Dia juga dengan jelas memberitakan, bahwa Fransiskus, sebelum wafatnya, menyuruh saudara-saudara bernyanyi: “Dia juga mengundang semua makhluk untuk memuji Allah, dan dengan kata-kata yang pernah digubahnya, dia sendiri mendorong mereka untuk mencintai Allah” (2Cel 217).
P : Bersama dengan Santo Fransiskus, bersama dan melalui alam semesta, marilah kita memuji dan meluhurkan Allah dengan mendaraskan Kidung Segenap Ciptaan:
P : Yang Mahaluhur, Mahakuasa, Tuhan yang baik, milik-Mulah pujaan, kemuliaan dan hormat dan segala pujian.
U : Kepada-Mu saja, Yang Mahaluhur, semuanya itu patut disampaikan, namun tiada insan satu pun layak menyebut nama-Mu.
P : Terpujilah Engkau, Tuhanku, bersama semua makhluk-Mu, terutama Tuan Saudara Matahari; dia terang siang hari, melalui dia kami Kauberi terang.
U : Dia indah dan bercahaya dengan sinar cahaya yang cemerlang; tentang Engkau, Yang Mahaluhur, dia menjadi lambang.
P : Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudari Bulan dan bintang-bintang,
U : di cakrawala Kaupasang mereka, gemerlapan, megah dan indah.
P : Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudara Angin, dan karena udara dan kabut, karena langit yang cerah dan segala cuaca,
U : dengannya Engkau menopang hidup makhluk ciptaan-Mu.
P : Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudari Air.
U : dia besar faedahnya, selalu merendah, berharga dan murni.
P : Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudara Api,
U : dengannya Engkau menerangi malam; dia indah dan cerah ceria, kuat dan perkasa.
P : Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena saudari kami Ibu Pertiwi;
U : dia menyuap dan mengasuh kami, dia menumbuhkan aneka ragam buah-buahan, beserta bunga wama-wami dan rumput-rumputan.
P : Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena mereka yang mengampuni demi kasih-Mu, dan yang menanggung sakit dan duka-derita.
U : Berbahagialah mereka, yang menanggungnya dengan tenteram, karena oleh-Mu, Yang Mahaluhur, mereka akan dimahkotai.
P : TerpujilahEngkau,Tuhanku, karena Saudari Maut badani,
U : daripadanya tidak akan terluput insan hidup satu pun.
P : Celakalah mereka yang mati dengan dosa berat;
U : berbahagialah mereka yang didapatinya setia pada kehendak-Mu yang tersuci karena mereka takkan ditimpa maut kedua.
U : Pujalah dan pujilah Tuhanku, bersyukurlah dan mengabdilah kepada-Nya dengan merendahkan diri serendah-rendahnya.
4. Wafatnya Santo Fransiskus
Penghormatan Kepada St. Fransiskus.
Para peziarah duduk.

P : Saudara-saudari, kini tiba saatnya kita mengenangkan wafatnya Santo Fransiskus. Ia dijemput oleh Saudari Maut Badani di Porziuncola, Assisi pada 3 Oktober 1226 sore hari. Mari kita mendengarkan kisah saat-saat Santo Fransiskus meninggalkan dunia ini dan mengalami Paskah bersama Tuhan Yesus yang sangat dikasihinya.
(Pemimpin atau salah satu peserta membaca kisah di bawah ini)

Ketika Fransiskus merasa ajalnya mendekat, ia memanggil semua saudara yang hadir di Porziuncola. Ia menyuruh mengadakan perjamuan perpisahan, seperti yang dibuat Yesus pada malam menjelang wafat-Nya.

Injil yang dibacakan selama perjamuan itu ialah bagian Injil Yohanes yang bercerita tentang Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Memang itulah yang selalu dikehendaki Fransiskus: menjadi hamba dan pelayan sekalian orang. Kemudian Fransiskus menyuruh menanggalkan pakaiannya dan dalam keadaan telanjang ia diletakkan di tanah, sama seperti Yesus telanjang, miskin secara total, bergantung pada salib yang keras.

Sekali lagi Fransiskus memberkati seluruh saudaranya, lalu sambil menyanyi ia menyerahkan nyawanya kepada Tuhan. Bersama Yesus, Fransiskus juga dapat berkata, “Selesailah sudah!” Akhirnya ia bertemu muka dengan Tuhannya, yang di dunia ini hanya dilihatnya dalam rupa roti di altar. Tenaga dan seluruh daya hidup sudah dihabiskan Fransiskus dalam melaksanakan pesan Tuhannya yang tercantum dalam Injil. (Groenen, hal. 32)

Setelah kisah dibacakan, para peziarah hening sejenak untuk merenungkan wafatnya St. Fransiskus. Setelah itu, para peziarah bisa memberikan penghormatan kepada St. Fransiskus dengan cara menyalakan lilin dan meletakkannya di depan (atau di sekitar) patung St. Fransiskus. Ritus ini bisa dilaksanakan sambil doa pribadi.

P : Saudara-saudari, marilah kita memberikan penghormatan kepada Santo Fransiskus. Kita persembahkan lilin menyala supaya kita pun bisa menjadi orang suci di dunia masa kini mengikuti teladan Bapa Serafik Santo Fransiskus, khususnya teladan kekudusan hidup dan saksi perdamaian yang sejati.

5. Doa Paus Leo XIV
Para peziarah kembali ke tempat duduk masingmasing. Doa pribadi di depan patung St. Fransiskus disatukan dalam doa bersama kepada St. Fransiskus yang disusun oleh Paus Leo XIV:
P : Pada Tahun Yubileum Santo Fransiskus ini, Paus Leo XIV mempersembahkan doa bagi Santo Fransiskus. Maka bersama Bapa Suci, kita berdoa bersama:
U : St. Fransiskus, saudara kami, engkau yang delapan ratus tahun lalu menyambut saudari maut sebagai seorang yang hidup dalam damai, doakanlah kami di hadapan Tuhan.
U : Engkau mengenali damai sejati dalam Salib San Damiano. ajarilah kami untuk mencari dalam Dia sumber segala perdamaian yang meruntuhkan setiap tembok pemisah. Engkau yang tanpa senjata melintasi garisgaris perang dan kesalahpahaman, anugerahkanlah kepada kami keberanian untuk membangun jembatan di mana dunia mendirikan batasbatas pemisah.
U : Di tengah konflik dan perpecahan ini, doakanlah kami, agar kami dapat menjadi pembawa damai: hidup tanpa senjata dan menjadi saksisaksi perdamaian yang berasal dari Kristus. Amin.

6. Intensi Bapa Suci
Para peziarah mendoakan intensi bagi Bapa Suci sebagai salah satu syarat untuk memperoleh indulgensi. Doa ini meliputi: Intensi untuk Paus, Aku Percaya, Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan.
P : Bersama Bapa Paus Leo XIV, kita berdoa untuk
(lihat intensi sesuai bulan).
JanuariPraktik berdoa menggunakan Sabda Tuhan 
Semoga pengalaman berdoa menggunakan Sabda Tuhan menjadi sumber kehidupan dan harapan bagi pribadi dan komunitas kita, serta membantu kita untuk membangun Gereja yang lebih bersaudara dan misioner.

Februari Anakanak dengan penyakit tak tersembuhkan
Semoga anakanak yang menderita penyakit tak tersembuhkan beserta keluarga mereka menerima layanan medis dan dukungan yang dibutuhkan, tetap kuat dan berpengharapan.

Maret – Pelucutan senjata dan perdamaian
Semoga bangsabangsa mengusahakan pelucutan senjata yang efektif, khususnya pelucutan senjata nuklir, dan pemimpin dunia memilih jalan dialog serta diplomasi daripada kekerasan.

April Para imam dalam krisis
Semoga para imam yang mengalami momen krisis dalam panggilan dapat menemukan pendampingan yang mereka perlukan, dan semoga umat mendukung mereka dengan menerima dan mendoakan.
Mei Agar semua orang memperoleh makanan sehat dan berkualitas
Semoga semua orang, mulai dari produsen besar sampai konsumen kecil, berkomitmen untuk tidak membuang makanan, dan memastikan agar semua orang memperoleh makanan sehat dan berkualitas.
Juni Nilai penting olahraga.
Semoga olahraga dapat menjadi sarana perdamaian, perjumpaan, dan dialog antar budaya dan bangsa, serta mempromosikan nilai penghargaan, solidaritas, dan pertumbuhan pribadi.

JuliPenghargaan terhadap kehidupan manusia
Semoga semua orang semakin menghargai dan melindungi kehidupan manusia pada setiap tahap perkembangan, serta menyadari bahwa hidup merupakan anugerah dari Tuhan.
AgustusPewartaan Injil di kota
Semoga di kotakota besar yang sering ditandai dengan keterasingan dan kesepian, kita dapat menemukan caracara baru untuk mewartakan Injil dan jalan kreatif untuk membangun komunitas.

September Pemeliharaan air
Semoga semua pihak mengusahakan pengelolaan air secara adil dan berkelanjutan sebagai sumber daya yang penting, sehingga semua orang memiliki akses yang setara pada air bersih.

OktoberPelayanan kesehatan mental.
Semoga pelayanan kesehatan mental yang diselenggarakan oleh Gereja membantu mengatasi stigma dan diskriminasi pada individu dengan gangguan mental.

November Penggunaan kekayaan secara bijaksana
Semoga semua orang menggunakan kekayaannya secara bijaksana, tidak menggunakan kekayaan untuk kepentingan diri semata, melainkan juga untuk kepentingan umum dan solidaritas bagi mereka yang kurang mampu.

DesemberKeluargakeluarga dengan orang tua tunggal
Semoga keluargakeluarga yang tidak memiliki ibu atau ayah dapat menemukan dukungan dan pendampingan dalam Gereja, yang membantu dan menguatkan iman mereka selama masa sulit.

Syahadat Singkat (1x)
Bapa Kami (1x)
Salam Maria (3x)
Kemuliaan (1x)
7. Doa Damai St. Fransiskus serta Seruan Kepada Bunda Maria dan Para Kudus Fransiskan
Para peziarah mengakhiri ritus Tahun Yubileum Fransiskan 2026 dengan mendoakan Doa Damai St. Fransiskus dan Seruan kepada Bunda Maria dan Para Kudus Fransiskan.

P : Saudarasaudari terkasih, mari kita mengakhiri rangkaian doadoa Yubileum Santo Fransiskus ini dengan mendoakan Doa Damai Santo Fransiskus dan mohon berkat Tuhan.
U : Tuhan, jadikanlah aku pembawa damaiMu.

P : Bila terjadi kebencian,
U : Jadikanlah aku pembawa cinta kasih;
P : Bila terjadi penghinaan,
U : Jadikanlah aku pembawa pengampunan;
P : Bila terjadi perselisihan,
U : Jadikanlah aku pembawa kerukunan;
P : Bila terjadi kebimbangan,
U : Jadikanlah aku pembawa kepastian;
P : Bila terjadi kesesatan,
U : Jadikanlah aku pembawa kebenaran;
P : Bila terjadi kecemasan,
U : Jadikanlah aku pembawa harapan;
P : Bila terjadi kesedihan,
U : Jadikanlah aku pembawa kegembiraan;
P : Bila terjadi kegelapan,
U : Jadikanlah aku pembawa terang.
P : Tuhan, semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur, memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai.
U : Sebab dengan memberi, aku menerima; dengan mengampuni, aku diampuni; dengan mati suci aku bangkit lagi untuk hidup selamalamanya. Amin.

P : Santa Perawan Maria Yang Dikandung Tanpa Noda,
U : Doakanlah kami.

P : Santo Fransiskus Assisi,
U : Doakanlah kami.
P : Santa Klara Assisi,
U : Doakanlah kami.
P : Seluruh Orang Kudus Keluarga Besar Fransiskan
U : Doakanlah kami.
8. Berkat Penutup
Pemimpin doa menyampaikan Berkat St. Fransiskus untuk menutup seluruh rangkaian Ritus Yubileum Santo Fransiskus 2026.
P : Tuhan beserta kita;
U : Sekarang dan selamalamanya.
P : Semoga Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
U : Amin.
P : Semoga Ia memperlihatkan wajahNya kepadamu dan mengasihani engkau.
U : Amin.

P : Semoga Ia mengarahkan pandanganNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
U : Amin.
P : Semoga Tuhan memberkati kita, saudara dan saudari,
U : Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin
P : Dengan demikian rangkaian doadoa dalam rangka Ziarah Tahun Yubileum Santo Fransiskus ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
P : Marilah pergi, kita diutus untuk berjuang menuju kekudusan dan membawa damai Tuhan.
U : Amin

Setelah selesai melaksanakan Ritus Tahun Yubileum Fransiskus 2026, para peziarah bisa mengisi kotak sumbangan yang disediakan oleh tuan rumah sebagai salah satu bentuk karya amal kasih