MINGGU,4 JANUARI 2026

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN
Matius 2 : 1 – 12

Kisah kunjungan orang Majus dari Timur dalam Injil Matius 2:1-12 mengandung makna yang relevan bagi kehidupan kita. Pertama, ini mengajarkan bahwa Tuhan memanggil semua orang, tanpa memandang latar belakang budaya, ras, atau agama, untuk datang kepada-Nya. Orang Majus, yang bukan berasal dari bangsa Israel, menjadi simbol inklusivitas dalam rencana keselamatan Allah. Hal ini mengingatkan kita bahwa iman adalah perjalanan universal yang melibatkan setiap manusia. Bagi kita sebagai warga negara Indonesia, kisah Matius 2:1-12 memiliki pesan penting terkait semangat inklusivitas, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Orang Majus, yang berasal dari bangsa lain, menunjukkan bahwa Tuhan memanggil semua orang tanpa memandang perbedaan latar belakang. Dalam konteks Indonesia yang kaya akan budaya, suku, dan agama, ini mengingatkan kita akan pentingnya saling menghormati dan membangun persaudaraan sejati.

Bintang yang menuntun orang Majus menggambarkan bagaimana Allah memimpin kita menuju terang-Nya melalui berbagai cara. Dalam kehidupan modern, bintang itu dapat diartikan sebagai tanda-tanda kasih Allah: firman-Nya, pengalaman hidup, atau orang-orang yang menginspirasi kita untuk mendekat kepada Tuhan. Tugas kita adalah peka terhadap tanda-tanda itu dan siap meresponsnya dengan tindakan nyata.

.

Salam Hangat
(Sumber : BimasKatolikKemenag)