Novena V
Pemberian & Pengosongan Diri
Inspirasi: Yoh 6:51-58
“Akulah Roti yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya”
Inspirasi Renungan
- Pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini, semua umat beriman bersyukur akan rahmat istimewa yang kita terima setiap merayakan Ekaristi. Kita bersatu dengan Kristus dalam arti yang senyatanya, karena Kristus merasuk ke
dalam diri kita melalui hosti Kudus yang kita terima. Pertanyaannya sederhana: apakah hidup kita juga sungguh sudah menyerupai Kristus yang kita sambut? Atau jangan-jangan sebaliknya, perbuatan kita masih bertentangan dengan ajaran dan perintah-Nya? - Ekaristi adalah sumber dan puncak hidup umat beriman. Mengapa? Karena dengan menyambut Ekaristi, kita memperoleh kekuatan/energi kehidupan untuk menjalani tugas kita di dunia yang penuh dengan tantangan, persoalan
dan godaan. Mengapa disebut puncak? Karena semua umat beriman didorong untuk berziarah menuju kekudusan hidup, yaitu kebersatuan dengan Allah yang Mahatinggi. - Salah satu spiritualitas penting dalam Ekaristi adalah: DIAMBIL – DIBERKATI – DIPECAH – DIBAGIKAN. Inilah hakikat pemberian diri Kristus untuk kita manusia yang harus kita teladani. Setelah kita menjadi pengikut Kristus
dan diberkati dengan aneka rahmat dalam kehidupan, pada gilirannya kita juga harus naik level untuk siap dipecah dan dibagikan. Manusia tidak bisa hanya hidup untuk dirinya sendiri. Kalau kita ingin mengejar kekudusan, kita harus siap juga berkorban dan memberikan diri kita untuk kebaikan dan kebahagiaan sesama di sekitar kita. - Ada 2 jenis kebahagiaan: Successful Happiness dan Meaningful Happiness. Salah satu ciri dari successful happiness adalah kita meraih dan mendapatkan sesuatu yang kita inginkan dalam hidup ini. Tetapi sebaliknya, ciri meaningful happiness adalah ada sesuatu yang diambil dari diri kita (pengorbanan) untuk menolong dan menguatkan sesama di sekitar kita (pelayanan). Kita lelah dan mungkin kehilangan sesuatu, namun ada terselip kebahagiaan dalam bathin yang tidak dapat diukur dengan materi.
- Paus Fransiskus: “menekankan Ekaristi sebagai hadiah kasih Yesus yang menyembuhkan, mempersatukan, dan memberi kekuatan untuk melayani. Ekaristi disebut sebagai “antibodi” terhadap ingatan negatif, yang mengubah hati
manusia dari egoisme menjadi kasih yang rela berbagi, serta menjadi “Rantai solidaritas” yang mendekatkan diri kepada sesama - Santo Fransiskus Assisi memiliki devosi yang sangat mendalam dan tak tergoyahkan terhadap Sakramen Mahakudus (Ekaristi), memandangnya sebagai kehadiran nyata tubuh dan darah Kristus. Ia menekankan penghormatan tertinggi, kemurnian imam, dan kerapian gereja-gereja karena di sanalah Kristus merendahkan diri-Nya dalam rupa roti dan anggur
NOVENA II
Allah Bapa yang penuh belas kasih,
ajarilah kami untuk meneladan Putra-Mu Yesus Kristus
yang telah mengorbankan diri-Nya
dengan mengosongkan diri-Nya hingga wafat di kayu salib
dan kami sambut Tubuh dan Darah-Nya
setiap kami merayakan Ekaristi.
Semoga kami juga memiliki keberanian dan kerelaan
untuk berkorban dan mempersembahkan diri kami
dalam pelayanan di dalam Gereja dan masyarakat
kepada sesama yang membutuhkan.
Demi Kristus Tuhan dan Juruslamat kami. Amin.
AKSI NYATA PERTOBATAN
- Mari kita tingkatkan ketekunan kita mengikuti perayaan Ekaristi: Misa Mingguan, Misa Harian, Misa Lingkungan, Misa Devosional khusus.
- Mari kita memberikan sesuatu dari milik kita untuk membantu sesama yang sedang menderita / berjuang dengan hidupnya.
