Novena VI
Pembawa Damai Bagi Seluruh Ciptaan
Inspirasi: Mat. 18:15-20
Inspirasi Renungan
“Terpujilah Engkau, Tuhanku; melalui mereka yang mengampuni demi kasih-Mu, dan menanggung kelemahan serta kesesakan dengan damai”
(Kidung Segenap Ciptaan, St. Fransiskus Assisi)
- Tiada manusia yang sempurna dan tak pernah berbuat salah. Setiap dari kita pasti punya pengalaman melakukan kesalahan atau membuat hati sesama kita terluka. Tindakan ini bisa saja terjadi karena sungguh dikehendaki, atau
karena kelalaian, kerapuhan maupun keterbatasan kita sebagai manusia. Dalam skala yang lebih besar ketidaksempurnaan ini ketika berkelindan dengan amarah, niat jahat dan buruk, hasrat untuk mendominasi, egoisme, dlsb terwujud dalam tindakan terorisme, korupsi, perkelahian, peperangan, kelangkaan air, polusi udara hingga hancurnya lingkungan dan hutan-hutan sebagai tempat tinggal ciptaan Tuhan lainnya (bdk. Laudato Sì, art. 17-40). - Kesalahan dan konflik yang terlalu lama dibiarkan menjadi ancaman bagi terwujudnya perdamaian. St. Fransiskus Assisi di kala Perang Salib V (1219) mencontohkan cara terbaik dalam mewujudkan perdamaian dengan bertemu
Sultan Malik Al-Kamil. Perdamaian tidak tercipta melalui kekerasan, dendam, dan amarah. Perdamaian tercipta dari usaha bersama untuk berdialog. Dialog membuka ruang hati. Di ruang hati inilah Dari dialog inilah lahir dan tumbuh pengampunan (bdk., Mat. 18:16-17). Pengampunan ini kemudian berbuah pada transformasi diri. - Perdamaian bisa terwujud ketika kita pertama-tama berani mengatakan “berhenti!” atas segala tindakan kita yang mencederai relasi dengan sesama dan seluruh ciptaan: “Berhentilah menyimpan dendam! Berhentilah bergosip
atas sesama kita! Berhentilah membuang sampah sembarangan! dan lain sebagainya”. Setelah “berhenti”, kini waktunya mencari cara-cara konkret dan kreatif sebagai usaha mewujudkan perdamaian bagi sesama manusia dan
segenap ciptaan. Tuhan, jadikan aku pembawa damai …
NOVENA II
Allah Bapa kami, ajari kami untuk memiliki hati
seperti-Mu yang penuh damai. Jadikan hati kami hati
yang berani menegur dengan kasih,
mendengar dengan rendah hati,
dan mengampuni sesama dengan tulus.
Jadikan kami, alat damai-Mu
sebagaimana St. Fransiskus Assisi
yang telah memberi teladan untuk menghadirkan kasih-Mu
di tengah perbedaan dan konflik. Amin.
AKSI NYATA PERTOBATAN
- Tingkat Lingkungan/Wilayah: Kunjungan ke Penjara /Rumah Tahanan.
- Tingkat Keluarga: Melakukan tindakan “pembasuhan kaki” antar anggota keluarga sebagai tanda dan bentuk perdamaian dan pengampunan.
