Kelahiran KKI Santo Gabriel, Bukti Kebesaran Tuhan Lewat Hamba Pilihan

  Berita Paroki > Berita Utama > Features

PULO GEBANG – Umat beriman yang selalu aktif dan penuh dengan sukacita dalam melayani Tuhan dan sesama adalah impian dari semua gereja dalam pengertian yang sesungguhnya. Paroki Pulo Gebang patut bersyukur karena pada tahun ini, tepatnya Mei 2019 Paroki Pulo Gebang tumbuh lagi sebuah kelompok kategorial baru. Mereka adalah Komunitas Kerahiman Ilahi (KKI), sebuah komunitas orang beriman yang mendedikasikan dirinya untuk selalu melakukan devosi Katolik  dengan fokus pada cinta belas kasihan Allah dan keinginan untuk membiarkan cinta dan rahmat tersebut mengalir melalui hati seseorang terhadap orang-orang yang membutuhkan hal itu.

Tiga hal utama dalam devosi  ini adalah, meminta dan mendapatkan kerahiman Allah, percaya kepada rahmat Kritus yang berlimpah, serta menunjukan kerahiman kepada sesama dan bertindak sebagai saluran untuk kemurahan Allah terhadap mereka.

Adalah Leoni, seorang ibu yang mengisahkan cerita di balik berdirinya komunitas ini. Ia menjadi orang yang mendapatkan rahmat dan ditugaskan langsung oleh Tuhan sebagai pembawa Misi Kerahiman Ilahi. Anda mungkin berpikir bahwa Leoni adalah seorang aktifis gereja sehingga dipilih Tuhan untuk perkara yang satu ini. Tidak! Leoni memang salah satu umat di Paroki St. Gabriel Pulo Gebang, namun selama ini tidak aktif mengikuti kegiatan kategorial apapun di paroki. Ia pun bukan seorang devosan Kerahiman Ilahi, Ia bahkan tidak tahu apa-apa tentang apa itu devosi Kerahiman.

Tuhan, melalui Roh Kudus pun bekerja, dan jika kekuatan dahsyat ini sudah bekerja maka tak ada yang mustahil untuk terjadi.  Tepatnya April 2018, Leoni memutuskan untuk mulai aktif mengikuti kegiatan Legio Maria. Empat bulan berselang, tepatnya Agustus 2018, saat Ia sedang mengucapkan janji Legio, sekonyong-konyong ada dorongan yang begitu kuat dari dalam hatinya, yang muncul begitu saja dan memintanya untuk menemui Joseph Gunarto. Siapa itu Gunarto, ia pun pun tidak begitu mengenalnya, kecuali diketahuinya sebagai katekis yang mengajar puteranya saat hendak menerima komuni. Dia sendiri pun bingung dengan dorongan yang dirasakannya itu.

“Untuk apa saya harus menemui Pak Joseph?” begitu kira-kira pertanyaan yang terbersit di dalam benaknya. Ia penuh dengan ketidakmengertian. Dorongan itu sempat Ia abaikan. Namun semakin diabaikan, semakin terus muncul dan tidak pernah berhenti ia memikirkannya. Ia jadi tidak tenang hingga pada Februari 2019, Ia menceritakan kegelisahannya tersebut kepada ketua lingkungannya. Ia pun diarahkan untuk menghubungi Joseph Gunarto dan minta waktu bertemu.

Leoni pun bertandang ke kediaman Gunarto. Saat Leoni datang dan masuk kerumah itu, matanya terpaku pada gambar Kerahiman Ilahi berukuran besar di kediaman Gunarto yang nota bene seorang devosan Kerahiman Ilahi. Hatinya berdebar kencang. Keduanya sempat bingung dan ditengah kebingungan mereka, mengapa Leoni mendapat dorongan untuk menemui Gunarto dan apa yang dapat Gunarto lakukan untuk Leoni, mereka berdua pun memulai dengan obrolan ringan. Obrolan yang mengarah kepada sharing pribadi pengalaman sang tuan rumah sendiri tentang bagaimana hidupnya diubah dan banyak pertolongan yang ia dapatkan sejak mengenal dan melakukan devosi Kerahiman Ilahi.

Rupanya, di Paroki St. Gabriel pun sekitar tahun 2008, Gunarto pernah mempunyai komunitas kecil Kerahiman Ilahi namun aktifitas komunitas itu pun terhenti saat ia harus pindah ke luar kota. Saat  Gunarto tengah membagikan pengalamannya tentang Kerahiman Ilahi, lagi-lagi Leoni mendapat dorongan untuk mengatakan sesuatu. ”Pak, ayo bapak bangkitkan lagi komunitas Kerahiman Ilahi di paroki.”

Gunarto ragu dan menjawab dengan penolakan karena hal itu tidak mudah. Harus mendapatkan ijin pastor paroki. Namun ia berjanji untuk membawakan niat itu dalam doa.

Sejak pertemuan tersebut, Leoni terus menerus mengajak Gunarto untuk membangkitkan kembali komunitas Kerahiman Ilahi yang pernah mereka jalankan dahulu. Namun, selalu pula dijawab bahwa belum ada jawaban dan petunjuk dari doanya.

06 – 07 April 2019, Leoni mengikuti Retus (retret perutusan ) KEP angkatan 13 dimana ia menjadi salah satu pesertanya. Pada malam pencurahan Roh Kudus, dengan jelas Leoni mendapatkan penglihatan gambar Kerahiman Ilahi dalam bentuk kecil seperti yang dilihatnya di rumah GUnarto. Penglihatan itu pun membuatnya merasa bersalah dan minta didoakan oleh Romo Suyatno yang hari itu datang mendampingi peserta Retus untuk sesi pengakuan dosa sebelum pencurahan Roh Kudus.

Romo Suyatno ternyata seorang devosan Kerahiman juga. Ia pun memotivasi Leoni agar dapat mewujudkan misi Kerahiman Ilahi dengan berbicara kepada Pastor Kepala Paroki. Esok harinya, tanggal 07 April 2019, secara mengejutkan, Romo Susilo datang menggantikan Romo Gunawan yang mendadak tidak bisa datang untuk membawakan misa penutupan dan perutusan. Pada kesempatan inilah, Leoni pun menceritakan semua yang dialaminya. Romo Susilo mendengarkan dengan seksama dan tanpa diduga ia mengatakan, “Ibu, silahkan jalankan dan wujudkan misi kerahiman yang ibu terima, saya mengijinkan dan mendukung.”

Sukacita dalam hati Leoni tak tergambarkan dan sepulang Retus, Ia langsung menyampaikan kabar baik ini kepada Gunarto. Keduanya pun diliputi sukacita. Mereka pun bertemu kembali dengan Romo Susilo dan  proses pembentukan komunitas Kerahiman Ilahi pun dimulai. Semua proses berjalan dalam bimbingan Tuhan hingga gambar Kerahiman Ilahi yang akan dipakai oleh komunitas itu pun diberkati pada Misa Pesta Kerahiman Ilahi,  hari Minggu kedua setelah Paskah oleh Romo Gunawan.

Pertemuan perdana Komunitas Kerahiman Ilahi  ( KKI ) St. Gabriel diadakan pada Jumat, 24 Mei 2019, di GKP Lt 2 Ruang Lukas 24. Sebanyak 24 orang umat paroki hadir dalam pertemuan itu. Selanjutnya secara rutin,  devosi Kerahiman Ilahi akan diadakan dua kali sebulan, setiap Jumat ke 2 dan ke 4, pada pukul 19.30- 21.00 diruang itu.  Komunitas Kerahiman Ilahi pun sah menjadi salah satu kelompok kategorial di paroki ini, yang ditandai dengan pelantikan pengurus KKI periode 2019- 2022 pada saat Misa Perayaan HUT Paroki St Gabriel ke 24.

Para pengurus KKI Santo Gabriel antara lain: Joseph Gunarto sebagai Ketua, Leoni Togatorop sebagai Wakil Ketua dan Anastasia Ngoei sebagai Bendahara. Sebagai sarana komunikasi komunitas, dibentuklah grup whatsapp KKI Santo Gabriel.

Sejak dibentuk pada Mei 2019, jumlah devosan KKI terus bertambah dan per Agustus, KKI Santo Gabriel sudah memiliki 60 orang devosan. Semua bersyukur dan berterimakasih kepada Allah Yang Maha Baik, karena kebesaranNya dan belas kasihNya-lah, misi yang disampaikan melalui Leoni ini dapat terwujud. Kesaksian iman ini, sebelumnya sudah kisahkan Leoni kepada para devosan KKI pada saat pertemuan komunitas.

Tuhan menunjukkan kuasaNya dan sungguh ajaib cara Tuhan bekerja. Ia memakai Leoni dan Joseph Gunarto secara luar biasa. Umat “biasa” (tidak aktif dan tidak pernah tahu tentang kerahiman Ilahi), telah dipertemukan dengan seorang devosan Kerahiman Ilahi untuk menyelesaikan misi kerahiman.  Semua ini tentu dapat terjadi, karena belas kasih kasih Allah kepada umat Paroki St Gabriel Pulo Gebang. Kelahiran KKI Santo Gabriel adalah bukti kebesaran Tuhan lewat hamba pilihanNya.

Tuhan telah menunjukkan kebesaranNya maka patutlah jika KKI mengajak seluruh umat Paroki St. Gabriel Pulo Gebang untuk bersama-sama berdevosi kepada Kerahiman Ilahi melalui doa Koronka dan doa Jam Kerahiman seperti pesan yang disampaikan sendiri oleh Yesus kepada rasul kerahiman yaitu Santa Faustina yang dituangkan dalam buku hariannya yang terkenal dan dipakai sebagai dasar pemahaman dan pengetahuan mengenai Kerahiman Allah yaitu BUKU HARIAN FAUSTINA ( BHF ) 1167 : Setan sangat membenci Kerahiman Allah , ia tidak mau mengakui bahwa Allahitu baik.

Mari kita berdevosi Kerahiman Ilahi dengan mengucapkan: Yesus, Raja Kerahiman Ilahi, Engkaulah andalanku. (Penulis: Lily Imut/Editor: Ferdinand Lamak)