Mendalami Ekaristi dengan Dasar Kitab Suci

  Berita Paroki > Berita Utama

PULO GEBANG – Seksi Liturgi bekerjasama dengan Seksi Kerasulan Kitab Suci (KKS) Gereja St Gabriel, Paroki Pulogebang mengadakan Seminar Liturgi dengan tema “Apakah Ekaristi tercermin dalam Kitab Suci?” di Kapel Gereja St. Gabriel, Minggu (30/9/18) siang. Pada seminar tersebut, secara khusus ditunjuk sub-seksi Lektor sebagai panitia penyelenggara.

Seminar yang menghadirkan Romo A. Setya Gunawan, Pr sebagai pembicara utama, dibuka oleh Romo A. Susilo Wijoyo, Pr (Pastor Kepala Paroki Pulogebang). Romo Susilo berpesan agar umat yang mengikuti seminar bisa mendengarkan dan mengerti dengan baik karena perayaan ekaristi yang sering kita rayakan setiap minggu diimani sebagai “sumber dan puncak” kehidupan Kristiani.

Diawal seminar, Romo Gunawan menyampaikan bahwa Sakramen Ekaristi merupakan sakramen terpenting dan menjadi tanda bagi sakramen-sakramen lainnya. Hanya Gereja Katolik yang memiliki Ekaristi, sedangkan pada gereja lain berupa ibadat sabda.

Ekaristi merupakan perayaan peristiwa keselamatan sebagai ungkapan terdalam iman umat Katolik pada sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus serta tanda kehadiran Kristus. “Puncak Ekaristi adalah ketika kita menerima Tubuh dan Darah Kristus karena merupakan tanda nyata bahwa Yesus benar-benar hadir bukan hanya simbol/tanda,” jelasnya.

Lebih dalam, Romo Gunawan memaparkan dengan rinci urutan perayaan Ekaristi dari awal hingga akhir dan menyampaikan dasar Kitab Suci dari setiap ritus atau peristiwa, misalnya tanda salib (Markus 15:39), salam pembuka (1 Korintus 1:13), Pertobatan dan Tuhan Kasihanilah Kami (Markus 10:46-52), Kemuliaan (Lukas 2:14). Indah sekali bahwa kita bisa memahami dan mengikuti Ekaristi secara lengkap. “Pentingnya umat mengikuti perayaan Ekaristi dari awal hingga akhir dan menghayatinya dengan sungguh sebagai ungkapan terdalam iman kita,” pesannya.

Sepanjang seminar, Romo Gunawan menyampaikan materi dengan serius namun santai untuk mencairkan suasana sehingga peserta mengikuti dengan antusias, juga ketika memasuki sesi tanya jawab, peserta sangat aktif untuk bertanya.

Seminar yang diikuti lebih dari 140 umat dimulai pukul 11.00 sampai 15.15 WIB. Emilliana sebagai pembawa acara dan Ketua Subseksi Lektor, mewakili Johanna selaku ketua panitia menyampaikan terima kasih kepada umat atas partisipasinya dalam acara ini dan memohon saran/masukan sebagai evaluasi untuk kegiatan kedepannya.

“Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Festival Kitab Suci dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2018, hasil seminar akan dirangkum dalam bentuk notulensi, termasuk saat sesi tanya jawab, dan akan disebarkan melalui email kepada ketua seksi dan ketua lingkungan, juga peserta.” lanjutnya. (Deny Kus & Emilliana, foto : GPC).