Perayaan Syukur 25 Tahun PDPKK Santo Gabriel Melayani Umat

  Berita Paroki > Berita Utama > Features

25 Tahun, bukanlah perjalanan waktu yang singkat. Persekutuan Doa Pembaharuan Kharismatik Katolik Santo Gabriel Pulo Gebang telah melewati berbagai aral yang merintangi. Namun, kini mereka masih tegak dan kokoh berdiri sebagai sebagai salah satau pohon kekayaan Gereja Katolik khususnya di Paroki Santo Gabriel Pulo Gebang.

Dengan mengusung tema: Bersyukur…Bertumbuh dan Menjadi Berkat, Hut ke 25  PDPKK St. Gabriel dirayakan secara sederhana di Kapel Santo Gabriel pada hari Jumat, 1 Juni 2018 dalam wujud misa syukur dan adorasi. Seluruh pengurus, umat, wakil dari seksi dan kelompok kategorial paroki pun turut hadir. Ada juga beberapa tamu yang diundang khusus yaitu para aktivis yang pernah turut berkarya di Persekutuan Doa St. Gabriel namun sudah pindah paroki.

Misa yang dipersembahkan oleh Romo Aloysius Susilo Wijoyo, Pr dimulai pada pukul 10.00 dengan lagu-lagu pujian awal dan lagu pembukaan Jadikanlah aku rumah doamu. Diawal homilinya Romo Susilo yang belum lama memulai karya pelayanannya sebagai Pastor Kepala di Paroki St. Gabriel ini  sempat bingung mendengar perayaan HUT PDPKK yang ke 25 tahun, sedangkan usia paroki St. Gabriel sendiri baru mau 23 tahun pada bulan Juli nanti. Rupanya PDPKK ini sudah lahir dua tahun lebih awal saat paroki masih berbentuk stasi.

Dalam Homilinya Romo Susilo memberi sebuah cerita perumpamaan tentang Zakheus (Lukas 19: 4) yang menaiki Pohon Ara untuk dapat melihat Yesus karena badannya pendek. Persekutuan Doa Karismatik Katolik termasuk salah satu pohon kekayaan yang dimiliki oleh gereja, dan setiap orang boleh memilih pohonnya sendiri sebagai sarana. Panjatlah pohon tersebut dan gunakanlah  untuk bertemu dengan Yesus seperti Zakheus. Yang penting dpaat bertemu Yesus agar terjadi konsolasi rohani (kesegaran iman) dari yang tadinya desolasi rohani (kekeringan iman) karena Yesus merupakan sumber kesegaran iman.

Lebih lanjut, Romo Susilo menerangkan, untuk mengembangkan iman diperlukan spiritualitas, dan spiritualitas membutuhkan sarana. Ada 5 sarana spiritualitas yaitu: 1. Ekaristi Kudus 2. Baca Kitab Suci 3. Doa pribadi karena doa artinya: Dikuatkan Oleh Allah 4. Hidup berkomunitas melalui pohon-pohon kekayaan gereja 5. Pelayanan, karena iman itu perlu action atau tindakan, jangan hanya memikirkan diri sendiri karena Yesus sendiri datang untuk melayani bukan dilayani.

“Kunci melayani adalah merasakan kegembiraan tersendiri yaitu kegembiraan rohani yang tidak bisa diukur oleh uang atau apapun, hanya merasa bersyukur dan bersukacita,” ungkap Romo Susilo.

Di akhir homili, Romo Susilo mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-25 kepada PDPKK St. Gabriel Pulo Gebang. Usia 25 tahun bukanlah usia yang singkat namun suatu perjalanan panjang dan penuh dinamika yang harus terus dipertahankan karena PDPKK adalah kekayaan gereja sebagai salah satu pohon yang bisa membawa umat mengalami suka cita dalam Tuhan.

Sesudah Liturgi Ekaristi, acara dilanjutkan dengan Adorasi, penyembahan kepada Sakramen Mahakudus diiringi oleh lagu Tantum Ergo, lalu misa ditutup dengan lagu Jangan Lelah.

Semua tata cara dan urutan Perayaan Ekaristi selama Misa dan Adorasi sesuai dengan koridor liturgi Katolik, seperti Misa Katolik pada umumnya. Yang terasa berbeda hanya ada pada lagu-lagu karismatik yang dinyanyikan seperti FirmanMu Pelita Bagiku lagu antar bacaan dan Jadikan Aku Istana CintaMu sebagai lagu komuni. Tentu saja, ini memberi nuansa lain karena sentuhan pembaharuan karismatik.

Napak Tilas perjalanan 25 tahun PDKK St. Gabriel Pulo gebang

Setelah Misa dan Adorasi selesai, umat dan undangan menyaksikan penanyangan perjalanan PDPKK St. Gabriel yang ditampilkan di layar proyektor. PDPKK St Gabriel pada awalnya bernama PD Thomas Aquinas, terbentuk pada tahun 1993, diambil dari nama Pastor Paroki Pulomas pada masa itu yakni Romo Thomas Aquinas Murdjanto Rochadi Widagdo, Pr sebagai romo pembimbing Persekutuan Doa Stasi Pulo Gebang (Pastor Kepala Romo Silvester Nong, Pr), dan koordinator PD pertama adalah Alm. Eddy Partadinata.

Pada awalnya kegiatan PD Thomas Aquinas dilaksanakan di rumah salah satu aktifis PD yaitu Alm. Pasutri Ignatius Adjie / Elsye di PGP Blok B2/26, lalu pindah ke Stasi Pulo Gebang yang berlokasi di PGP Blok H.  Dengan berjalannya waktu, setelah Stasi Pulo Gebang diresmikan menjadi paroki ke 51 di KAJ pada tanggal 23 Juli 1995, maka PD Thomas Aquinas berubah menjadi PD. St. Gabriel, dan selanjutnya kegiatan rutin PDPKK dilaksanakan di gedung gereja ( rumah umat ) di PGP Blok F.

Masa Kepengurusan koordinator PDPKK St Gabriel selama 25 tahun adalah sebagai berikut :

  1. Eddy Partadinata Th 1993- 1996 ( PD Thomas Aquinas )
  2. Elsye Bernadeth Th 1996 – 2001 ( PD St. Gabriel )
  3. Vincent Chandra Th 2001 – 2004
  4. Monica Theresia Widiasih Th 2004 – 2013
  5. Laurentius Prajogi Sadikin Th 2013 – sekarang

Kegiatan PDPKK juga pernah mengalami masa masa sulit karena harus berpindah –pindah lokasi bolak balik diluar gedung gereja lalu kembali lagi ke gedung gereja, diantaranya :

  • Th 1998 pasca kerusuhan Mei – 2000, kegiatan dilaksanakan di rumah Pasutri Edu / Acunawati ( Taman Modern, H 4 / 12 )
  • Th 2000 – 2006, kembali ke paroki di gedung serbaguna pada masa kepengurusan Romo Bambang Wiryo Pr dan Rm Frans Doy Pr
  • Th 2006 -2011, pindah lagi ke rumah Pasutri Edu / Acunawati ( Taman modern H 4 / 12 )
  • Th 2011 – 2012, pindah ke kantor Tri Karya milik Pasutri Edu / Acunawati di Jalan Raya Bekasi
  • Th 2012, selama 2 bulan, pindah ke rumah Pasutri Donny Kindangen / Monica Widiasih ( Taman Modern, A 3/6 )
  • Th 2012 – 2015, pindah ke rumah Pasutri Dharmadi / Lidya ( Taman Modern, A2/29 )
  • Th 2015, hanya beberapa bulan, pindah ke gedung sekertariat paroki yang saat itu belum dibangun ( sekarang adalah GKP )
  • Th 2015 – 2016, pindah ke Kapel Sang Timur di Taman Modern
  • Th 2016 – sekarang, PDPKK sudah kembali ke Ruang Lukas di GKP

PDPKK juga beberapa kali  menyelenggarakan acara KKRK  (Kebaktian Kebangunan Rohani Katolik) di PRJ Kemayoran sebagai kegiatan dan dalam rangka membantu pencarian dana untuk pembangunan Gedung Gereja St. Gabriel. Pelayanan PDPKK dalam paroki yang sudah dilakukan dan dirasakan oleh umat paroki diantaranya adalah mengadakan persekutuan doa rutin setiap minggu, pembinaan tim dan umat berupa SHDRK (Seminar Hidup Baru dalam Roh Kudus), KEP (Kursus Evangelisasi Pribadi), retret, pelayanan doa bagi umat yang membutuhkan, dan sebagainya.

Kesan dan Harapan untuk PD PKK St Gabriel

Acara di kapel ditutup dengan sesi foto Pengurus PDPKK dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng ulang tahun di Ruang Yakobus yang diwakili oleh Romo Susilo, Prajogi sebagai koordinator serta kedua eks koordinator (Vincent dan Monica), kemudian diakhiri dengan ramah tamah dan makan siang bersama hingga pukul 14.00.

Berikut adalah kesan dan harapan dari para koordinator serta umat yang hadir dalam perayaan Hut ke 25 tahun PDPKK St. Gabriel yang sempat diwawancarai.

Vincent chandra ( ex koordinator PDPKK 2001- 2004 )

PDPKK St Gabriel ini adalah karya Roh Kudus, jadi apapun tantangannya Tuhan selalu menyertai. Selama 25 tahun ini banyak tantangan, pindah lokasi, segala macam termasuk kesetiaan dari pada team dan orang yang terlibat didalamnya menunjukkan bahwa Roh Kudus semakin nyata dan menguatkan sehingga dengan tantangan tersebut team semakin kuat. Pesan saya adalah biarkan PD ini menggarami banyak orang sehingga menjadi tempat untuk bertumbuh dalam iman dan membawa banyak orang semakin dekat kepada Yesus. Dengan tetap setia dalam doa, tetap setia dalam melayani dan menghadapi tantangan, maka harapannya banyak orang terutama umat St. Gabriel yang akan mengalami kasih Tuhan.

Monica Theresia Widiasih ( ex koordinator PDPKK 2004 – 2013 )

PDPKK St Gabriel sangat tergantung dengan gembala, kalau dapat gembala yang men-support, kami jalannya ringan. Umat yang datang pun kadang banyak, kadang sedikit, namun kami bisa memahami dan menerima ini karena kembali kepada selera seperti yang diucapkan Romo Susilo dalam homili, ada yang suka bertumbuh dan berbuah melalui PD, ada yang suka dengan sarana yang lain. Kami juga sedikit prihatin melihat orang muda katolik yang menyeberang ke Kristen, karena mereka merasa ibadat di Kristen lebih hidup dan bersemangat. Kenapa kita tidak merangkul mereka dengan menunjukkan kepada mereka, kita di Katolik juga punya yang seperti itu namun tetap Katolik. Yang sekarang kami syukuri adalah Gereja St Gabriel punya GKP ( Gedung Karya Pastoral ), punya gedung gereja dan romo yang sangat mendukung. Dengan mempunyai tempat kegiatan dan tim yang sudah solid, harapan kami kedepannya PDPKK akan lebih baik lagi dan terus bertumbuh. Pesan saya kepada umat St Gabriel….Mari datanglah ke PDPKK, dan rasakan hadirat Tuhan, PDPKK siap melayani.

Laurentius Prajogi Sadikin ( Koordinator PDPKK 2013 – sekarang )

Seperti tema yang kami pilih , kami ingin bersyukur atas penyertaan Tuhan selama 25 tahun terhadap PDPKK St Gabriel, harapan kami adalah kami bisa terus bertumbuh sebagai salah satu pohon kekayaan gereja dan dapat menjadi berkat bagi orang lain khususnya bagi seluruh umat St. Gabriel. Perlu sekali sosialisasi PDPKK agar umat dapat memahami karena tujuannya adalah memperbaharui seluruh gereja bukan hanya kelompok tertentu, bahkan Bapak Suci Paus berpesan demikian, agar umat katolik memperbaharui hidupnya terus menerus sejalan dengan arti dari PDPKK sendiri adalah Persekutuan Doa Pembaharuan Karismatik Katolik yang sah dan resmi. Kami bersyukur, umat St Gabriel sangat menerima, terlebih pengurus dan tim PDPKK berbaur juga dengan kegiatan lain di paroki. Bagi umat yang suka memuji-muji Tuhan dengan lagu-lagu pujian yang lebih meriah, mari datang dan ikut kegiatan kami, sedangkan bagi umat yang lebih suka ketenangan, keheningan silahkan mengikuti kegiatan yang sesuai, seperti saya sendiri berasal dari kelompok Legio Maria sebelumnya. Harapan saya pribadi adalah semakin banyak yang dapat merasakan berkat dan menjadi berkat, minimal dalam keluarga dan lingkungan.

Anastasia  (Ketua Lingk St Monica)

Umat senang dengan keberadaan Persekutuan Doa ini karena banyak membantu umat dalam pelayanan khususnya bagi umat yang membutuhkan dukungan doa, semoga PDPKK St Gabriel semakin maju dan terus bertumbuh serta setia dalam pelayanan.

Dolly (Umat Lingk St Agatha)

Keberadaan Persekutuan Doa di Gereja St Gabriel membantu umat dengan kegiatan yang diadakan seperti KEP, SHBDR namun kadang masih kurang sosialisasi sehingga umat tidak mengetahui kegiatan rutin apa saja yang diadakan. Umat sendiri tidak pernah keberatan dengan keberadaan Persekutuan Doa karena memang sangat membantu dalam pelayanan kepada umat khususnya karena mempunyai team doa sendiri.

Sekapur Sirih

Perkembangan gerakan Pembaharuan Karismatik Katolik di Indonesia cukup pesat, tetapi tanggapan umat dan pimpinan Gereja yang masih simpang siur memang membutuhkan  bimbingan dan pengarahan dari pimpinan Gereja yang resmi, jelas dan sesuai dengan iman Gereja. Keberadaan PDPKK St Gabriel patut kita syukuri dengan melihat karya nyata Roh Kudus selama 25 tahun eksistensinya telah banyak  menghasilkan buah-buah roh lewat kegiatan dan pelayanan yang setia diberikan membawa berkat dan menjadi berkat untuk seluruh umat di paroki St. Gabriel Pulo Gebang. Proficiat untuk PDPKK St Gabriel, selamat merayakan hari ulang tahun ke 25. Selamat merayakan Pesta Perak yang penuh berkat dan syukur. Tuhan memberkati. (Penulis dan Foto: Triesly Wigati/Editor: Ferdinand Lamak)