Pembukaan Tahun keadilan sosial tahun 2020 di KAJ ditandai dengan diadakannya seminar yang bertema Agama dan Keadilan 2 Jalan Menuju Surga. Seminar diselenggarakan pada tanggal 4 Desember 2019 di Aula Katedral Jakarta Pusat. Peserta Seminar adalah utusan dari Paroki yang ada di seluruh Keuskupan Agung Jakarta.

Adalah Bapak Franciscus Welerang Direktur PT Indofood Sukses Tbk yang menginstruksikan supaya PT Indofood sering memberikan pelatihan serta prasarana untuk banyak orang muda di beberapa daerah. Memberikan pendidikan supaya anak muda mempunyai sumber daya yang mumpuni. Pelatihan yang diberikan Indofood Tbk antara lain; pembuatan roti, pembuatan mie dan cara penjualannya di daerah gunung Putri bogor.

Pada sesi pertama seminar, menurut Bapak Welerang yang sudah sepuh namun style anak muda, dengan banyak memberikan bantuan berupa pelatihan sarana dan prasarana, Indofood ingin keadilan dapat dirasakan oleh segala lapisan masyarakat di Indonesia.

Pada sesi kedua Bpk Dr Abdul Mu’ti M,Ed sekertaris umum Muhamadiyah memberikan paparannya dengan bahasa yang sederhana. Muhamadiyah lahir karena respon kondisi masyarakat dalam persoalan sosial, misalnya bergerak dalam bidang Sosial, sekolah, Rumah Sakit dan Panti Asuhan, bahkan Muhamadiyah sejak lama bekerjasama dengan umat Katolik dalam sisi pelayanan. Pelayanan Muhamadiyah sama dengan Katolik yakni bersifat inklusif universal dan terbuka. Bpk Mu’ti mengajak kita bersama sama melayani Tuhan melalui pelayanan kepada sesama manusia sesuai dengan sila ke-5 Pancasila.

Bapak Menteri Sosial Juliari P. Batubara berkenanan hadir, Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa Pemerintah saat ini melaksanakan pembangunan infrastruktur adalah sebagai pemenuhan kebutuhan keadilan sosial. Pemerintah membangun negara dengan prisnsip prinsip keadilan yang dititik beratkan pada sumber daya manusia yang unggul.

Pada sesi penutup Bapak Uskup Agung Jakarta Rm Suharyo memberikan contoh yang membuat peserta seminar kagum yaitu di salah satu bagian daerah Yogya ada sebuah geraja yang menyiapkan kotak kolekte khusus untuk anak-anak . Setelah komuni, anak-anak mendapatkan berkat dari Romo, setelah mendapatkan berkat tanda salib di dahi, anak-anak akan memasukkan uang logam dikotak yang diletakkan di depan altar. Uang tersebut bila sudah terkumpul banyak akan disumbangkan ke orang-orang yang membutuhkan bantuan. Inilah keadilan yang sesungguhnya dan sahabat untuk semua orang.

Seminar ditutup dengan membunyikan sirine bersama-sama Bpk Kardinal dan ke 3 pembicara dalam seminar sebagai tanda dibukanya tahun keadilan sosial tahun 2020, kemudian seluruh peseta menyanyikan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” lagu kesukaan Bapak Uskup Suharyo. Acara selesai pada pukul 16.00 kemudian seluruh peserta seminar mengikuti misa di Geraja Katedral.

Yana