Jakarta – Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan resolusi majelis umum PBB 836 (IX), 14 Desember 1954. Di Indonesia berawal dari gagasan presiden ke-2 RI Soeharto bahwa anak-anak adalah aset kemajuan bangsa, sehingga sejak 1984 berdasarkan keputusan Presiden RI No. 44 tahun 1984, ditetapkan setiap 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional.

Demikian juga di Gereja Santo Gabriel Paroki Pulogebang, Hari Anak Nasional diperingati dengan Misa Anak pada Minggu (21/7) pukul 09.00.

Dalam misa ini, anak-anak diberikan peran dan berbagi tugas pelayanan gereja dengan didampingi para pendamping anak. Petugas koor, lektor, pemazmur, petugas persembahan semuanya dilayani anak-anak. Bangku bagian depan sebelah kanan dan kiri gereja, diisi oleh anak-anak yang siap merayakan misa ini. Adapun para pendamping anak adalah dari Seksi Liturgi khususnya Subsie Lektor, Pemazmur dan Seksi Katekese Sub Seksi BIA (Bina Iman Anak).

“Selamat hari anak nasional, semoga anak-anak selalu diberikan rahmat dan berkat dari Tuhan,”papar Pastor Stefanus Rehi Mete CSsr yang memimpin misa ini.

Anak-anak harus rajin berdoa, dekat dengan Tuhan seperti Maria, juga rajin belajar & bekerja seperti Marta,” pesan Pastor Rehi mengakhiri homilinya.

 

(denykus, foto @gpc)