Tetangga adalah Saudara Terdekat

  Berita > Berita Lingkungan

 

Pendalaman Iman Wilayah VII

Pada hari Rabu 28 Februari 2018, warga Lingkungan Yohanes Wilayah 7 mengadakan pertemuan II Aksi Puasa Pembangunan dengan Tema Kebhinekaan Dalam Komunitas di rumah keluarga Ibu Simamora.

Pendalaman iman kali ini cukup spesial karena kami kedatangan tamu dua orang Frater Keuskupan Agung Jakarta dari Puruhita yang kebetulan sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan di salah satu kawasan pergudangan di area Cakung.

Pertemuan malam itu dihadiri 20 orang termasuk dua orang Frater dari Puruhita, yaitu Frater Febri dan Frater Ari. Suasana malam itu cukup hangat kami benar-benar merasakan Tuhan hadir dalam persekutuan kami, kami berbagi cerita dan sharing seputar Kebhinekaan Dalam Komunitas.

Ada kisah menarik yang dibagikan Frater Febri dan Frater Ary dalam pertemuan itu, dimana dalam menjalankan Praktek Kerja Lapangan mereka harus menyembunyikan identitas mereka sebagai calon imam, mereka kontrak di perkampungan padat penduduk  dengan 1 buah kamar kosong, tanpa alas tidur ataupun fasilitas lainnya, mereka hidup di dalam kemajemukan masyarakat perkampungan. Mereka pikir penyamaran mereka akan berhasil, dan tidak ada yang tahu identitas mereka, namun ternyata pada hari kedua salah satu tetangga mereka yang kebetulan warga Katholik mengetahui kalo mereka adalah frater yang sedang Praktek Kerja Lapangan, ahkirnya terbukalah identitas mereka.

 

 

Salah seorang umat juga berbagi cerita mengenai pengalamannya hidup dalam masyarakat yang majemuk, baginya perbedaan dalam komunitas bukanlah suatu hambatan kita untuk berkarya, justru itu merupakan suatu kekayaan yang diberikan Allah kepada kita, karena dalam hidup bermasyarakat, tetangga merupakan saudara kita yang paling dekat, dan tetangga belum tentu merupakan orang yang mempunyai persamaan dengan kita baik suku, agama, dan ras. Dalam bermasyarakat tanpa kita sadari sebenarnya kita harus bekerjasama, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan sampai menjaga situasi yang rukun dan damai, tanpa perlu berfikir ras, agama dan golongan mana yang bersumbangsih paling besar dan siapa yang paling kecil. Seperti yang dikatakan Santo Paulus kepada jemaat di Korintus  “yang terpenting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan”.

Salam Bhineka

(Penulis : Heribertus Deni, Foto : Wilayah 7, Editor : Erin)