Membaca judul seminar di atas, seakan topik yang berat dan menyeramkan. Tetapi yang dimaksudkan di sini bahwa seringkali kita terpuruk dalam masalah yang bertubi-tubi dan merasa tidak berdaya, itulah “Akhir Jaman.” Akhir Jaman pun bisa datang berkali-kali. Tetapi kita tidak boleh menyerah, tetap percaya pada Tuhan, walaupun saat kita mengalaminya, sulit untuk diterima akal sehat manusia. Kita pasti merasa Tuhan tidak adil bahkan kita malah meninggalkanNya. Tetapi jangan khawatir, Tuhan tidak akan meninggalkan kita.

Hal ini disampaikan Romo Josep Ferry Susanto, Pr saat menjadi pembicara utama dalam seminar yang bertajuk “Akhir Jaman-menurut Warta Nabi” di GKP Lt. 3 Paroki Pulo Gebang pada Minggu (17/9/2023) siang.

Romo Josep yang akrab dipanggil Romo Jo ini tentu tidak asing lagi bagi pencinta kanal Youtube “Bible Learning with Father Josep”. Sehingga suasana menjadi istimewa karena kehadirannya secara offline menjadi yang pertama kali di Paroki Pulo Gebang.

Lebih lanjut Ketua Komisi Kerasulan Kitab Suci KAJ ini mengatakan bahwa “Akhir Jaman” seringkali dialami dalam pengalaman hidup pribadi, misalnya ketika kita satu persatu ditinggalkan oleh orang-orang yang dicintai, apa yang kita miliki, lepas dari genggaman bahkan penderitaan yang datang silih berganti.

Lalu Romo Jo menceritakan pengalamannya selama 10 tahun berkeliling ke berbagai negara untuk belajar kitab suci. Selama itu tidak banyak yang tahu, bahwa beliau sempat mengalami kehilangan orang-orang yang dicintainya. Ketika itu ayahnya, kemudian kakak pertama dan kakak kedua berturut-turut meninggal. Kemudian setahun berikutnya giliran Rm Jo yang mengalami sakit yang sama. Beliau bersimpuh dan menangis di hadapan Tuhan. “Inikah akhir jaman dalam hidup saya?” ungkapnya.

Gambaran Akhir jaman, kata Romo yang juga dosen kitab suci di STF Dwiyarkara ini, tidak ada yang tahu kapan akan terjadi. “Syukur-syukur tidak terjadi. Yang penting kita semua berusaha menjadi orang baik,” katanya.

Menurutnya, di dalam Kitab Suci, akhir jaman digambarkan Kitab Yehezkiel “Pemusnahan dari Yang maha Kuasa”. Gambaran akhir jaman tidak hanya untuk membuat takut, tetapi menyadarkan kita untuk menjadi orang baik.

Begitu banyak gambaran dari para nabi tentang hari Tuhan dalam Kitab suci yaitu hari pemusnahan atau hari pembinasaan, hari kemenangan, atau hari dimana Tuhan membela orang yang percaya kepada Tuhan. Bukti dimana Tuhan berkuasa atas hidup kita, mencurahkan berkat-berkatNya untuk kita.

Dikatakan juga oleh Rm Jo bahwa kita saat ini sedang menulis “buku kehidupan.” Pada akhir jaman, kita harus mempertanggung jawabkan isi buku tersebut.  “Apakah isi buku kehidupan kita sudah layak untuk dipertanggung jawabkan?” tanyanya lagi.

Mulai saat itu, Romo Jo juga mengajak orang tua dan anaknya untuk tidak hanya mengedepankan prestasi akademis, tetapi juga mengajarkan tentang kesopanan, kejujuran, belas kasih, cinta dan pengorbanan. Itu semua tidak bisa dipelajari oleh robot. Keprihatinan tentang “kiamat’ dunia pendidikan, karena anak dengan mudah mencari informasi dari google, mengerjakan segala sesuatu dengan bantuan teknologi. Realita ke depannya bahwa anak-anak pada masa sekarang akan mengalami persaingan dengan robot.

Rm Jo mengajak peserta tetap terus berjuang menjadi orang-orang baik, setia dan penuh kasih,

mengampuni orang yang bersalah kepada kita dengan cara berdoa, bersyukur, mohon kekuatan untuk dapat mengeksekusi pengampunan, mohon doa memberi rahmat kebijaksanaan untuk hal-hal yang tidak dapat kita ubah lagi atau tidak sesuai harapan kita.

Di akhir seminar, Romo yang aktif bikin konten di medsos ini mengadakan quis bagi peserta dengan membagikan 1 buah laptop dan 1 buah patung bunda Maria kepada 2 orang peserta yang dapat menjawab pertanyaan. Dilanjutkan penarikan doorprize untuk para peserta yang hadir di GKP Lt 3 itu.

Seminar luar biasa ini dihadiri sekitar 450 peserta, panitia dan para donatur. Tidak hanya umat dari Paroki Pulo Gebang, tetapi dari Rawamangun, Duren Sawit, Bidara Cina, Kelapa Gading, Harapan Indah, Kranji, Paroki Jl. Malang dan bahkan ada yang datang dari Bogor.

Umat sangat antusias dan mengapresiasi seminar ini terlihat dari raut kebahagiaan para peserta yang hadir.

Suksesnya seminar sebagai puncak rangkaian kegiatan BKSN’23  ini, berkat kerjasama panitia dari seksi Kerasulan Kitab Suci (KKS), DPH, Sie Katekase,  PDKK,  Sub seksi Komentator, PE, KOMSOS, dan Karyawan Paroki dan seluruh umat yg terlibat.

“Syukur atas anugerah dan penyertaan Tuhan. Terima kasih untuk Rm Jo dan seluruh panitia yang sudah membantu dalam acara ini, sehingga semua berjalan dengan lancar dan penuh suka cita,” ungkap ketua seksi KKS Ibu Regina Kristiawati, yang akrab dipanggil dengan BuRe.

Dalam sambutannya, BuRe juga menyampaikan informasi tentang keikutsertaan Paroki Pulo Gebang dalam rangkaian Festival Lomba Bulan Kitab Suci. Dimana di tingkat Dekenat Timur, Paroki Pulo Gebang telah berhasil menjadi juara umum. Semua peserta yang mewakili aneka lomba, berhasil pulang membawa piala kemenangan. Pemenang pertama dari Paroki Pulo Gebang akan melaju ke tingkat KAJ pada 23 September 2023.

Setelah sambutan dari BuRe, umat diajak menyaksikan penampilan peserta pemenang lomba dari Paroki Pulo Gebang yaitu Jacquelyn Metta Ryona Wiyono (Juara I Amsal Anak), Aurellia Agatha Riana  Tarigan (Juara I Bible Talent Show) dan Risna Natalia (Juara II – Narasi KS Dewasa).

Dengan melihat hebatnya penampilan mereka, harapannya bisa menarik minat umat lebih berpartisipasi lagi dalam Festival yang sama di tahun depan.

Keseruan acara ini diakhiri dengan foto bersama Rm Jo. Sebagai artis youtuber, beliau dengan sabar melayani permintaan umat dan panitia.

Sampai bertemu kembali, Rm Jo……

Ditunggu kehadirannya tahun depan ….😂🙏

(dea)