BerKHat Santo Yusup (BKSY)

BKSY adalah suatu gerakan Berbelarasa dalam Kematian dan keseHatan, dalam perlindungan Santo Yusup. Ini adalah Gerakan Iman yang diajarkan oleh Kardinal Ignatius Suharyo, sebagai sarana kepedulian, Belarasa dan berbagi antar umat, khususnya bagi umat yang Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir dan Difabel (KLMTD).

Program BKSY dicetuskan oleh Mgr. Ignatius Suharyo dan diluncurkan pada tanggal 30 November 2013, bertepatan dengan Pesta St. Andreas, rasul, yang sebagai salah satu murid Yesus yang membawa lima roti dan dua ikan dari anak kecil yang hadir dalam pengajaran Yesus (Yoh : 6:8).

Dengan BKSY, Bapak Kardinal I Suharyo mengajak seluruh umat KAJ untuk mewujudkan iman dalam perbuatan berbelarasa yaitu berbelas kasih kepada saudaranya yang KLMTD. Dengan ikut BKSY kita solider, peduli, dan mewujudkan kasih yang nyata kepada mereka.

SPIRITUALITAS BKSY

Orang Samaria yang baik hati

(Lukas 10:33~36)

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan ke tempat itu. Dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyirami dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya : Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantikannya, waktu aku kembali. “Siapakah diantara ketiga orang ini, yang pendapatmu adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

Pending Coffee Napoli Italy

Semangat ini berawal dari Pending Coffee Napoli-Italy. Pelanggan kedai kopi membayar lebih banyak dari kopi yang mereka minum dan kelebihan pembayaran dapat digunakan untuk orang yang miskin agar tetap dapat menikmati kopi yang hangat, terutama pada saat musim dingin.

Seseorang menceritakan pengalamannya, ketika ia berada di sebuah warung kopi kecil di Napoli Italy. Dia melihat dua orang pelanggan datang dan berkata ” Lima kopi, dua untuk kami dan tiga untuk pending”. Mereka membayar 5 cangkir kopi dan hanya mendapatkan 2 cangkir.

“Apa itu pending coffee?” tanyanya kepada pemilik warung. Lalu pemilik warung menjawab “Mohon tunggu dan lihat”.

Tidak sampai 10 menit kemudian, ia melihat dan mendengar seorang tua miskin bertanya dengan nada lembut kepada pemilik warung “Apakah anda mempunyai pending coffee?”

Sebuah gerakan Berbagi dan Berbelarasa, khususnya bagi orang Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir dan Difabel.

BKSY BUKAN ASURANSI

ASURANSI

  1. Geraka ekonomi/Bisnis
  2. Sarana proteki dan investasi bagi semua peserta.
  3. Tujuan: untuk mendapatkan profit
    • Membeli
    • Manfaat untuk diri sendiri
    • Arahnya tentu ke dalam diri sendiri
    • Premi dihitung secara aktuaria, agar untung.
  1. Pamrih, ingin mendapatkan manfaat bagi diri sendiri. Saya ikut asuransi supaya……
  2. Dasar : Kebutuhan Sendiri

BKSY

  1. Gerakan rohani /Non-Bisnis
  2. Sarana Berbelarasa dan berbagi bagi yang KLMTD
  3. Non – profit
    • Memberi
    • Manfaat untuk Orang lain
    • Arah: Ke luar untuk Orang lain
    • Iuran sangat kecil agar semua umat bisa berpartisipasi.
  1. Tanpa pamrih ikhlas, rela, tidak mengharapkan balasan. Saya ikut BKSY karena …..
  2. Dasar: Kebutuhan Orang Lain.

Syarat peserta BKSY

  1. Ingin berbelarasa, berbagi, membantu sesama.
  2. Umat Paroki St. Gabriel Pulogebang yang terdaftar dalam BIDUK Paroki Pulogebang.
  3. Sehat dan tidak dalam masa perawatan.
  4. Berusia antara 15 hari dan 80 tahun. (pada ulang tahun ke-80 otomatis kepesertaannya berakhir).
  5. Mendaftarkan seluruh anggota keluarga yang ada di KK Paroki.
  6. Menyerahkan :
    • Foto Copy KTP
    • Foto Copy KK Pemerintah (Cek dengan teliti nama KTP = di KK Pemerintah.)
    • Informasi No. HP, No KK gereja/Paroki.
  7. Membayar iuran peserta Rp. 80.000/tahun per peserta, dibayar saat pendaftaran.
  8. Memperpanjang kepesertaan ditahun berikutnya.

Tanda Kepesertaan : kartu digital Kepesertaan BKSY

Periode Kepesertaan : 12 bulan sejak aktivasi

Perpanjangan : membayar iuran tahun berikutnya paling lambat 2 minggu sebelum periode kepesertaan berakhir.

Kontak

Koordinator Paulus Dion Setiawan
Sekretaris Lucia Linarta
Bendahara Puji Hartati
Anggota Catarina Elizabeth Annie Setyawati
Anggota Caecilia Julia Johana T

Email : bksy.pulogebang@gmail.com

Rekening BKSY St. Gabriel :
Bank Central Asia
419-30-2795-7
PGDP St. Gabriel.

Jadwal Pendaftaran

Kloter Periode Batas Pembayaran Periode Kepesertaan
I Januari – Maret 2022 15 Maret 2022 28 Maret 2022~27 Maret 2023
II April – Juni 2022 15 Juni 2022 27 Juni 2022 ~ 26 Juni 2023
III Jui – September 2022 15 September 2022 26 September 2022 ~ 25 September 2023
IV Oktober – Desember 2022 15 Desember 2022 26 Desember 2022 ~ 25 Desember 2023

Catatan :

  1. Proses Kepesertaan disesuaikan dengan tanggal di atas dan proses di BKSY.
  2. Kepesertaan BKSY berlaku setelah mendapatkan konfirmasi dari BKSY, berupa Kartu Peserta BKSY.

Tanya Jawab

Iurang Kepesertaa BKSY adalah Rp. 80.000 per orang pertahun dan wajib diperbaharui setiap tahunnya.

  1. Ingin berbelarasa, berbagi, membantu sesama.
  2. Umat Paroki St. Gabriel Pulogebang yang terdaftar dalam BIDUK Paroki Pulogebang.
  3. Berusia antara 15 hari dan 80 tahun. (pada ulang tahun ke-80 otomatis kepesertaannya berakhir).
  4. Sehat dan tidak dalam masa perawatan.
  5. Mendaftarkan seluruh anggota keluarga yang ada di KK Paroki.
  6. Menyerahkan :
    • Foto Copy KTP
    • Foto Copy KK Pemerintah (Cek dengan teliti nama KTP = di KK Pemerintah.)
    • Informasi No. HP, No KK gereja/Paroki.
  7. Membayar iuran peserta Rp. 80.000/tahun per peserta, dibayar saat pendaftaran.
  8. Memperpanjang kepesertaan ditahun berikutnya.

Silahkan mengisi form sbb:

Pendaftaran Kepesertaan BKSY

Atau dapat menghubungi Ketua Lingkungan atau Rasul BKSY Lingkungan / Paroki.

Kepesertaan BKSY tidak hanya untuk umat Katolik.  Jika anggota Keluarga terdafatar dalam 1 (satu) KK Paroki Pulogebang, maka wajib didaftarkan , meskipun bukan umat Katolik.

Kepesertaa BKSY dikelompokan dalam komunitas. Khusus di Paroki Pulogebang, maka kita gunakan Komunitas orang yang masuk dalam KK Paroki Pulogebang.

Ada komunitas lain yang ikut dalam Kepesertaan BKSY, seperti Karyawan Perusahaan Sido Muncul, Karyawan Seminari , yang tentunya tidak semuanya umat Katolik.

Jika ingin berbagi dalam BKSY, kita dapat memberikan bantuan melalui rekening BKSY Paroki Pulogebang. Ini yang kita sebut dengan Pending Coffee.

Rekening BKSY St. Gabriel :
Bank Central Asia
419-30-2795-7
PGDP St. Gabriel.

tanpa menjadi peserta, berarti kita tidak dapat meminta santunan pada saat kita sakit dirawat di rumah sakit atau meninggal dunia.

BKSY adalah sarana kita untuk berbelarasa, berbagi, memberikan bantuan dari kita, bukan meminta bantuan dari BKSY.

Silahkan diperbanyak peserta BKSY atau pending coffee BKSY, agar kita dapat membantu umat kita yang sakit.

Untuk membantu 1 (satu) orang , kita perlukan minimum 125 orang peserta pertahun.

BKSY adalah sarana kita untuk berbagi, berbelarasa dan bergotong royong, BKSY bukan merupakan Asuransi.

Agar kita dapat membantu lebih banyak atau saling bantu, maka peserta harus mendaftarkan seluruh anggota dalam satu KK Gereja, tidak boleh mendaftarkan hanya satu orang saja.

BKSY adalah sarana kita untuk Berbagi, Berbelarasa dan Bergotong-royong. Dengan iuran, maka kita wajib membayar.

Dengan Iuran kepesertaan HANYA Rp. 80.000,- per orang pertahun atau hanya Rp. 6.700 per bulan, tentunya sudah sangat ringan. Jika ada 6 orang anggota keluarga dalam 1 (satu) KK Gereja, maka peserta dapat menabung terlebih dahulu. Misalkan RP. 80.000 per bulan selama 6 bulan atau dapat dipercepat lagi dengan menyisihkan uang lebih banyak.

BKSY adalah sarana kita untuk membantu, berbelarasa. Dalam arti, kita sendiri yang memberikan bantuan kepada orang yang sakit, bukan minta bantuan dari BKSY.

Jika ada orang yang sakit yang ingin kita bantu, tentunya kita harus mampu untuk membantu.

Untuk membantu 1 (satu) orang yang sakit, kita harus mempunyai peserta paling tidak sejumlah 125 orang per tahun. Silahkan mendaftarkan orang yang sakit jika jumlah peserta BKSY di lingkungan / wilayah sudah cukup untuk membantu.

BKSY adalah sarana kita untuk saling bantu, berbelarasa kepada LKMTD (Lemah, Kecil, Miskin, Tersisih dan Difable).  Jika diperlukan dan jika peserta sakit, dirawat di rumah sakit atau meninggal dunia, peserta atau ahli waris dapat meminta bantuan BKSY.

Peserta yang sakit atau ahli waris peserta yang meninggal dunia, dapat meminta bantuan ke BKSY.

Besar santunan yang akan diberikan adalah :

1. Jika peserta sakit, dan dirawat di Rumah Sakit, maka besar santunan yang diberikan adalah Rp. 100.000 per orang per hari, maksimum 90 hari dalam satu tahun.

2. Jika peserta meninggal dunia, maka besar santunan yang diberikan adalah Rp. 10 juta per orang.

Santunan ini akan ditransfer ke rekening BKSY Paroki, kemudian diteruskan ke peserta atau ahli waris.

Proses pengajuan bantuan sbb :

  1. Mengisi Form yang telah disediakan.
  2. Menyerahkan dokumen yang diperlukan, yang terdapat pada form.
  3. Memberikan informasi ke Rasul BKSY Lingkungan / Paroki paling lambat 15 (Lima Belas) hari setelah keluar dari Rumah sakit atau meninggal dunia.

Pengajuan akan diproses oleh BKSY Pusat dan santunan akan ditransfer ke rekening BKSY Paroki.

Agar dapat menjadi peserta lagi, kita wajib membayar iuran di tahun sebelumnya.

Kepesertaan akan berakhir :

  1. Jika kepesertaan tidak diperbaharui lagi setelah jatuh tempo.
  2.  Peserta meninggal dunia.
  3. Peserta berulang-tahun ke-80.
  4. Jika peserta sudah tidak masuk dalam KK Gereja atau Komunitas.
    Contoh :  dalam KK Gereja, yang beragama Katolik sudah tidak ada lagi.
  5. Paroki tujuan tidak mempunyai Program BKSY.

Silahkan menghubungi Paroki tujuan, agar kepesertaan dapat dipindahkan.

Untuk saat ini, kepesertaan akan berakhir jika di Paroki tujuan tidak ada program BKSY.

Kami akan update jika ada kebijakan baru dari BKSY.

Video