Berita Paroki


Berkarya Dalam Pelayanan di Ajang Lomba Lektor (Dewasa)

By Christine Lerin,
Setelah menyelesaikan lomba lektor kategori anak dan remaja pada Minggu (22/9/19), tiba bagi panitia dari Seksi Liturgi-SubSeksi Lektor yang bekerjasama dengan Seksi KKS menggelar lomba lektor kategori Dewasa I dan Dewasa II pada Minggu (29/9/19). Lomba yang digelar di gereja St Gabriel Pulogebang dimulai pukul 11.30, dibuka oleh Ketua Seksi Liturgi Paroki Ibu Haryati, selanjutnya panitia membacakan tata tertib lomba. Peserta kategori Dewasa I (usia 18-35 tahun) berjumlah 22 peserta dan 14 peserta dari kategori Dewasa II (usia 36-50 tahun).
Satu persatu peserta sesuai nomor urut mendaraskan bacaan kitab suci yang sudah ditentukan di depan altar. Setelah semua peserta tampil, tiba saatnya para juri menentukan juaranya. Sangat sulit bagi umat awam mereka-reka siapakah dari 36 peserta yang akan keluar sebagai pemenang karena semua menampilkan yang terbaik.
Sementara 3 juri yang memang sudah menggeluti bidangnya dengan seksama menilai para peserta yaitu Bapak Hendra Prabawa (Pendamping Tim Liturgi Paroki Pulogebang), Ibu Veronica Andriani (Ninieq) (Trainer Lektor/Lektor Senior-Paroki Alam Sutera), Ibu Maria Christophora Judyana Maretty (Bendahara Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta sekaligus pencipta lagu liturgi untuk misa anak).Disela–sela menunggu pengumuman pemenang, salah satu juri yaitu Ibu Ninieq membagikan pengalamannya menjadi lektris yang baik diantaranya pengaturan nafas, kepekaan telinga, mengatur letak Kitab Suci, mengatur tempo dan intonasi serta ekspresi dalam membaca harus lebih diperhatikan.
Akhirnya terpilih pemenang lomba lektor Dewasa I :
Juara 1. J.C Febriyanto (Lingk. St Kristoforus – Wil 1)
Juara 2. Fransisca Rindi Antika (Lingk. St Verena – Wil 15)
Juara 3. Petronela Hilda Sare Gani (Lingk. St Paulus – Wil 6),
Pemenang lomba lektor kategori Dewasa II :
Juara 1. Sandra (Lingk. St Maria Fatimah – Wil 11)
Juara 2. A. Sunaryo  Madhadi (Lingk. St Natalia – Wil 15)
Juara 3. Wina Teresia (Lingk. Bartolomeus – Wil 1).
Ibu Fransiska Rindi (Bundciss) salah satu peserta menuturkan semangatnya mengikuti lomba ini yaitu mengasah talentanya dalam membaca Firman Tuhan supaya lebih baik lagi. “Saya siap berlomba kembali di periode mendatang dan mau mendaftar tim lektris untuk pelayanan di Gereja. Proficiat bagi para pemenang,” ungkapnya.
Ketua Subseksi Lektor Pak Mulyana mengutarakan tujuan dari lomba ini adalah mengajak umat berpartisipasi aktif dalam membaca Kitab Suci untuk menyemarakkan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN), mengenalkan komunitas para lektor di paroki nantinya menjaring calon lektor untuk Paroki Pulogebang.
FX.M.SG/Deny, foto : Rudi

Pertemuan Forum Seksi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan digelar di Paroki Pulo Gebang

By Christine Lerin,
Kembali, Paroki Pulo Gebang menjadi tuan rumah, kali ini bagi Pertemuan Forum Seksi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan Dekenat Jakarta Timur. Pertemuan yang diadakan tanggal 28 September, 2019 , dihadiri oleh peserta yang  mewakili delapan paroki Sedekenat Jakarta Timur,yaitu :
1. Paroki Bidaracina : Gereja St. Antonius Padua
2. Paroki Cijantung : Gereja St. Aloysius Gonzaga
3. Paroki Cilangkap : Gereja St. Yohanes Maria Vianney
4. Paroki Cililitan : Gereja St. Robertus Belarminus
5. Paroki Duren Sawit : Gereja St. Anna
6. Paroki Matraman : Gereja St. Yoseph
7. Paroki Pulo Gebang : Gereja St. Gabriel
8. Paroki Rawamangun : Gereja Keluarga Kudus
Perwakilan dari Paroki Lubang Buaya ( Gereja Kalvari) dan Paroki Pulo Mas (Gereja St. Bonaventura) berhalangan hadir.
Pertemuan rutin dwibulanan ini dipandu oleh Bpk. F Sugiyanta selaku MC dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan doa oleh Bpk. Ig. Soekardhi. Romo Alfonsus Setya Gunawan mewakili Romo Dekenat dan Romo Moderator yang berhalangan hadir untuk menyampaikan sambutan pembukaan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pertanggungjawaban oleh Ketua Umum FS HAAK masa kerja 2016 – 2019, Bp. Andreas Yohanes Suyoto, dimana dalam laporan tersebut dibacakan sejarah singkat Forum Seksi HAAK yang sebelumnya dinamakan FKHK (Forum Komunikasi Hubungan Antaragama).
Forum ini sendiri mengawali gerak dan kiprahnya sejak 12 tahun yang silam. Sejalan dengan perkembangan kondisi yang terjadi,melalui kesepakatan dan arahan Komisi HAAK KAJ, maka sejak masa bakti 2016 – 2019 menyesuaikan namanya menjadi FS HAAK (Forum Seksi Hubungan Antaragama dan Kemasyarakatan) dengan tujuan lebih mendekatkan diri dan masuk dalam kegiatan yang searah dan seiring dengan kegiatan yang diprogramkan oleh Komisi HAAK KAJ.
Kepengurusan periode tahun 2016 -2019 tersusun dari seluruh ketua Seksi HAAK Paroki yang ada di dekenat Jakarta Timur yang dalam pelaksanaannya dibentuk seksi-seksi, sebagai berikut :
1. Seksi Humas
2. Seksi Kaderisasi
3. Seksi Dana
4. Seksi Sosial Politik
5. Seksi Dokumentasi
Setelah pembacaan laporan pertanggungjawaban,dilakukan rehat sejenak yang kemudian dilanjutkan dengan proses pemilihan calon ketua umum untuk masa kerja 2020 – 2023.
Dari tiap-tiap paroki diminta mengajukan 1(satu) nama calon yang nantinya akan dipilih sebagai ketua umum. Dalam pemilihan calon ini diperoleh tiga nama, yaitu :
1. Bpk. Budoyo yang memperoleh 1 suara
2. Bpk. Bambang SBY memperoleh  2 suara
3. Bpk. Suyoto memperoleh 3 suara
Melihat hasil pemilihan calon ketua umum yang ternyata mayoritas masih memilih Bpk. Suyoto, dimana beliau sudah menjabat sebagai ketua umum selama dua periode berturut-turut,maka diadakan kesepakatan untuk memperpanjang masa jabatan ketua umum selama satu tahun kepada Bpk. Suyoto sambil mempersiapakan kader untuk dicalonkan dan diangkat sebagai ketua umum pada pemilihan yang akan diadakan tahun 2020.
Acara ini ditutup dengan ramah tamah dan photo bersama seluruh hadirin.
HarrysRay.P/Er

Gereja St.Gabriel Menjadi Titik Awal Dimulainya Penggunaan Teknologi SAPA

By Christine Lerin,

Pada tanggal 22 September, Paroki Pulo Gebang mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah terselenggaranya acara pelatihan SAPA (Sistem Aplikasi Program Karya Pelayanan dan Anggaran) Dekenat Timur dan Dekenat Bekasi. Acara yang dihadiri 8 paroki dan 1 stasi dari Dekenat Timur dan 8 paroki dan 3 stasi dari Dekenat Bekasi, total menghadirkan 90 orang (baik anggota Dewan Pleno, Petugas Pembukuan, Tim Data maupun Petugas Sekretariat) yang mewakili paroki dan stasi masing-masing.

Acara yang dimulai pukul 09.00 tersebut, dibuka oleh dua orang Romo Deken, Rm. Aloysius Susilo Wijoyo , Pr. Deken Dekenat Timur  dan Rm. Yustinus Kesaryanto, Pr.  Deken Dekanat Bekasi. Lalu dilanjutkan oleh Pengenalan Prokar dan Pengenalan Anggaran, serta inti dari pertemuan itu sendiri yaitu Panduan Penggunaan SAPA, yang dibawakan oleh tiga narasumber dari KAJ ; Bpk. Andreas Tantri, Bpk.Asep Susanto dan Bpk Suryadi.

Rekan-rekan Dekenat Timur dan Dekenat Bekasi dalam sosialisasi teknologi SAPA

SAPA adalah aplikasi yang dibangun untuk mendukung perencanaan, monitoring dan evaluasi Program Karya Pelayanan (prokar) baik di tingkat keuskupan maupun paroki. Dengan aplikasi ini beberapa hal dapat terbantu:

  1. Sejak pengisian data prokar, sudah dapat diperoleh gambaran jadwal dan pembiayaan dari setiap prokar tersebut, dan dapat segera direvisi tanpa mengulang perencanaan dari awal;
  2. Format output Form 2, 3 dan 4 dalam bentuk cetak (hard-copy) akan seragam sesuai dengan pedoman yang ada, sehingga memudahkan untuk proses selanjutnya;
  3. Monitoring pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan sewaktu-waktu;
  4. Gambaran seluruh prokar yang dilaksanakan (baik dari DKP maupun paroki) dapat diperoleh sewaktu-waktu;
  5. Evaluasi akhir tahun dapat efisien sehingga dapat lebih berfokus pada Refleksi Karya;
  6. Memiliki fitur kunci, sehingga anggaran tidak bisa dirubah setelah disahkan.

Rekan-rekan dari Paroki Pulo Gebang

Yang menjadi tujuan serta harapan dari program SAPA ini adalah ;

  1. Pengurus seksi, bagian dan kategorial yang menyusun prokar dan anggaran dengan menggunakan excel cenderung mengalami kesalahan teknis dalam pengisian, sehingga dengan SAPA diharapkan kita bisa terlepas dari human error saat pengisian program.
  2. Model excel juga membuat pekerjaan sekretaris DPH di bagian administrasi tidak efektif, karena harus merekap semua prokaritas dan prokarum yang dibuat oleh Seksi dan Kategorial. Dengan SAPA diharapkan pekerjaan administrasi bisa lebih efektif karena tidak perlu lagi melakukan rekap atas semua prokaritasdan prokarum. Seksi akan mempunyai tooluntuk memasukkan program dan anggaran ke dalam aplikasi SAPA dan secara otomatis rekapitulasi direkap oleh sistem.

Bagi 90 peserta yang mewakili 16 Paroki dan 4 stasi yangsudah mengikuti pelatihan, 90% menyatakan akan menggunakan SAPA dalam proses penyusunan prokaritas dan prokarum 2020 diparoki ataupun stasinya. Survey juga menunjukkan bahwa peserta cukup jelas dalam menerima sosialisasi SAPA ini, hanya perlu pembelajaran lebih lanjut supaya lebih baik dalam prakteknya nanti. Tentu juga yang menjadi kebanggaan kita adalah kepuasan para peserta pelatihan atas fasilitas dan tempat terselenggaranya sosialisasi SAPA ini, yaitu GKP Paroki Pulo Gebang Gereja Katolik St. Gabriel. Dan tak lepas dari kekurangan kita dalam penyediaan internet yang sedikit kurang lancar bagi beberapa peserta.

Semoga dengan adanya teknologi yang semakin baik dapat mendukung pekerjaan pengurus Dewan Pleno dalam administrasi, sehingga dapat lebih fokus bersinergi bersama umat dalam memajukan karya menyambut Tahun Keadilan Sosial, “Kita Adil Bangsa Sejahtera.”

 

Selamat berkarya

 

Di2t/Er/OmBon

Generasi Muda St. Gabriel Membuktikan Diri dalam Lomba Lektor

By Christine Lerin,

Lomba Lektor St.Gabriel yang diselenggarakan  oleh Seksi Liturgi, Sub Seksi Lektor bekerjasama dengan KKS, kurang lebih satu bulan sebelumnya telah membuka pendaftaran. Lomba ini dibagi menjadi empat kategori yaitu kategori Anak, Remaja, Dewasa I dan Dewasa II. Terlihat kategori anak yang berjumlah 39 peserta mendominasi jumlah peserta. Pada keempat kategori ini, jumlah peserta remaja terdata yang paling sedikit pesertanya. Tapi jumlah tidak mempengaruhi semangat peserta, sedikit maupun banyak kedua kategori ini tetap antusias, tampak dari banyaknya peserta yang hadir sebelum pendaftaran ulang dimulai.

Acara Lomba Lektor yang dimulai pukul 11.30 ini berlangsung di Lt.2 ruang gereja St. Gabriel, Pulogebang. Dalam kata pembuka Rm. Aloysius Susilo Wijoyo Pr, menyampaikan tujuan diadakannya Lomba Lektor tersebut, yaitu sebagai salah satu bentuk pelayanan di gereja. Pelayanan harus bersifat baik dan setia. Membaca Kitab Suci untuk diri sendiri disebut membaca, tapi jika membaca untuk diri sendiri dan orang lain disebut membacakan. Untuk itu pembacaan harus mengikuti aturan yang baik, artikulasi yang jelas, intonasi harus pas, dan power agar orang yang mendengarkan dapat memahami apa yang dibacakan. Tidak hanya itu, membacakan Kitab Suci juga harus dengan hati tenang dan sikap tubuh yang baik. Diharapkan acara ini dapat terus berlanjut di paroki St Gabriel.

Dalam  penjurian Lomba Lektor ini mencakup enam poin penilaian yaitu, pemahaman bacaan, intonasi, artikulasi, tatap umat, power dan penguasaan microphone. Penjurian dilaksanakan oleh Sr. Clara Ludwiga PIJ (Suster kepala SDK Sang Timur), Ibu MG Janawaty Kurniadi (Dewan Paroki St.Gabriel sekaligus pengurus Ikatan Wanita Pelukis Indonesia) dan Ibu Maria Christophora Judyana Maretty (Bendahara Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta sekaligus pencipta lagu liturgi untuk misa anak)

Pemenang Lomba Lektor Kategori Anak dan Remaja

Setelah seluruh peserta maju dan membacakan Kitab Suci, akhirnya tiba waktunya bagi juri untuk memilih yang terbaik diantara yang sangat baik. Tentunya bukan hal yang mudah bagi para juri, karena melihat semangat dan keberanian setiap peserta saat maju dan membacakan Kitab Suci sesuai dengan bacaan yang sudah diberikan dua minggu sebelum lomba, tepatnya saat teknikal miting.

Berikut adalah para pemenangnya;

 

Juara Nama kategori anak Lingkungan Wilayah
I Ancilla Thelia St. Stefanus 11
II Gracia D Sta. Bernadetha 16
III Angelina Josephine Natalie St. Yoh Bosco 4
Harapan I Monica Verlyn Christyarini Sta. Stella Maris 16
Harapan II Eugenia Thelia St. Stefanus 11
Harapan III Nicholaus Damian Ratri Wicaksono Sta. Clara 5

 

Juara Nama kategori remaja Lingkungan Wilayah
I Teresa Editha Sta. Brigitta 15
II Agatha Livia Aline Naftali Sta. Clara 5
III Feronika St. Agustinus 2

 

Lomba Lektor yang dinahkodai oleh ibu Johanna dan tim ini mempunyai harapan terciptanya regenerasi lektor di Paroki Pulogebang, dan menumbuhkan minat umat utk membaca Kitab Suci. Panitia juga mengutarakan tujuan dari lomba ini adalah mengajak umat berpartisipasi aktif dalam membaca Kitab Suci untuk menyemarakkan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN), dan menjaring calon lektor untuk Paroki Pulogebang.

Orangtua dari Grace dalam wawancara mengungkapkan apresiasinya bagi panitia Lomba Lektor, karena dengan lomba ini dapat mengurangi aktivitas anak dalam bermain game dan mendukung acara Lomba ini untuk diadakan di setiap lingkungan. Begitu juga dengan remaja Teresa yang mengungkapkan sukacitanya bisa mengikuti lomba, karena dapat melatih diri untuk berani tampil di depan banyak orang dan menjadi mengerti bagaimana membacakan Kitab Suci yang baik dan benar.

Mengingat Lomba Lektor kategori Anak dan Remaja pada tanggal 22 September, berjalan dengan luarbiasa, maka pastinya Lomba Lektor untuk kategori Dewasa I dan Dewasa II, pada hari Minggu depan, tanggal 29 September, bertempat di Gereja St. Gabriel Pulogebang, sangat layak untuk dihadiri dan diberi dukungan.

Selamat bagi para pemenang Lomba Lektor Anak dan Remaja serta selamat berjuang bagi para peserta Lomba Lektor Dewasa.

Tuhan memberkati.

 

Irene/Er/Paul Indra