Berita Paroki


Inagurasi KEP Angkatan Ke-13

By Christine Lerin,

Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) angkatan ke-13 telah berakhir. Sekitar 54 peserta dan panitia KEP mengikuti misa inagurasi yang disatukan dalam misa sabtu (11/5) sore, dipimpin oleh Pastor Paroki Gereja Santo Gabriel A. Setya Gunawan, Pr.

Selesai misa, para peserta KEP menuju Ruang Matius, GKP lt.2 untuk melanjutkan inagurasi yaitu kegiatan penutupan KEP. Hadir Romo Gunawan, Bu Selvya (Ketua Kerasulan Kitab Suci/KKS) dan tim pujian dari PDKK (Persekutuan Doa Karismatik Katolik).

Romo Gunawan menyampaikan proficiat sekali lagi kepada peserta KEP yang sudah mengikuti bimbingan KEP sekitar 9 bulan itu. “Proficiat kepada peserta KEP angkatan ke-13, semoga menjadi orang kristiani yang semakin berkualitas untuk melanjutkan misi dan tanggung jawab kepada gereja. Maju terus KEP agar setia menumbuhkan dan mengembangkan iman. Sekali lagi selamat,” ungkapnya.

Di acara ini juga dianugerahkan penyerahan sertifikat kelulusan dan penghargaan kepada peserta. Bu Nela Samosir yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia KEP angkatan ke-13 menyampaikan bahwa dari 64 peserta, sebanyak 42 peserta lulus, 11 peserta lulus bersyarat dan 11 peserta tidak lulus.

Selesai pembagian sertifikat dilanjutkan acara serah terima tugas kepada panitia berikutnya yaitu panitia mendatang dari angkatan ke-13 yang terdiri dari peserta umum dan OMK (orang muda katolik). ‘Tahun ini peserta KEP ditargetkan lebih banyak dari OMK, karena angkatan ke-13 ini OMK hanya 10 orang,” harapnya.

KEP angkatan ke-13 di Paroki Pulogebang sendiri sudah berlangsung 32 sesi yang dilaksanakan setiap Selasa pkl. 19.30-21.30 WIB  dimulai 21 Agustus 2018 hingga 16 April 2019. Pesertanya pun beragam, mulai dari kaum muda usia 14 tahun sampai dengan lansia usia 63 tahun.

 

Nela, DenyKus

 

Retus KEP Angkatan ke-13

By Christine Lerin,

Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) angkatan ke-13 memasuki akhir pemelajaran. Sebanyak 55 peserta mengikuti tahap akhir yaitu retret pengutusan (retus) di Kinasih Resort Cimanggis Tapos, Depok, 6-7 April 2019.

Retus atau Retret Pengutusan adalah pencurahan roh kudus yang diawali dengang pengakuan dosa dan ditutup dengan Misa perutusan. Misa dipimpin oleh Romo A. Susilo Wijoyo, Pr. Dengan Retus, peserta KEP siap diutus menjadi pewarta sabda Allah dengan cara hidup dan terlibat dalam komunitas.

Salah satu peserta KEP, Jenar Maheswari, mengungkapkan bahwa mengikuti KEP menambah iman akan Tuhan. “Sekarang saya merasakan lebih terbuka, tambah pengetahuan untuk mengembangkan diri di kehidupan menggereja, dikuatkan dalam menghadapi setiap masalah,”ungkapnya. Motivasi yang kuat dalam diri sendiri serta didukung oleh istri, kakak dan teman-teman lingkungan menambah niatnya mendaftar KEP. Jenar berharap kedepan menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bisa berbagi pengalaman, menimba pengalaman lebih untuk mewartakan sabda Tuhan. Bagi umat yang belum mengikuti KEP, Jenar sangat menyayangkan karena di KEP, pribadi kita dikembangkan lewat teori dan praktek sehingga lebih terarah untuk mengabdikan diri di lingkungan maupun gereja.

Sedangkan peserta KEP lainnya, Patricia Mok, tertarik mengikuti KEP karena melihat saudara sepupunya. “Sebenarnya saya tidak tahu sama sekali KEP itu apa. Saya tertarik ikut KEP karena melihat sepupu saya share foto-foto KEP di medsos serasa hidupnya bahagia banget, saya jadi penasaran ikut KEP,”ungkapnya. Mok mengakui selama ini hanya tahu sekedarnya tentang gereja katolik, bahkan hampir 20 tahun tidak pernah ke gereja. Mok mau memulai hidup baru dengan mengikut KEP ini. Dengan KEP, pengetahuan Mok tentang gereja katolik bertambah dan ingin terus menimba ilmu lebih dalam lagi. “Dengan ikut KEP, saya belajar banyak tentang gereja katolik, lalu ingin mewartakan kabar sukacita Tuhan dan menularkan agar teman lain memperoleh kabar sukacita itu,”harapnya.

KEP angkatan ke-13 di Paroki Pulogebang dimulai 21 Agustus 2018 hingga 16 April 2019, dan telah mengikuti 32 sesi kegiatan pengajaran dari Shekinah-KAJ dan Romo Paroki.

Satrya, DenyKus

Asyiknya Bercerita Kitab Suci

By Christine Lerin,

Berlangsung dalam 6x pertemuan,  mulai dari tanggal 3 Maret’ 2019  s/d tgl 7 April 2019,  20 anak di lingkup wilayah Paroki Pulogebang,  mengikuti kegiatan Tutur atau berlatih Bercerita Kitab Suci Versi Anak. Kegiatan ini merupakan kerjasama dari Seksi Kerasulan Kitab Suci dan Seksi Katekese, Gereja St Gabriel.

Di awal kegiatan,  peserta diberikan teori dasar tentang ‘bercerita’,  yaitu langkah-langkah memahami cerita, sampai dengan bagaimana menceritakannya kembali kepada penonton atau pendengarnya. Contoh praktek bercerita dari para pendamping,  maupun  tugas di kelas dan di rumah,  diberikan kepada peserta ,  untuk membantu mereka lebih memahami apa yang sudah disampaikan pendamping  sebelumnya.

Pada pertemuan yang ke-4, peserta berkesempatan untuk praktek bercerita langsung di depan teman-temannya,  dengan menggunakan alat peraga sederhana yang telah dipersiapkan dari rumah. Dari sini  tampak keseriusan mereka mengikuti program  ini,  karena masing-masing telah mempersiapkan diri dengan membuat sendiri alat peraganya sesuai pemahaman mereka dari cerita yang akan dibawakan.

Meningkat ke ketrampilan bercerita selanjutnya,  di pertemuan ke 5, peserta kembali tampil di hadapan teman dan para pendamping,  tetapi kali ini tanpa menggunakan alat peraga.  Kekuatan pengaturan suara,  ekspresi dan gerak tubuh lebih dominan berperan dalam penyampaian ceritanya.  Evaluasi bersama dari penampilan peserta juga dibahas kembali,  untuk arah perbaikan kemampuan dan ketrampilan masing-masing peserta.

Semua pemahaman teori,  latihan-latihn dan praktek baik yang dilakukan bersama di kelas maupun di rumah,  akhirnya diujikan dalam ‘ Lomba Tutur atau Bercerita KS’  di pertemuan terakhir,  tanggal 7 April 2019. Seluruh peserta dibagi dalam 3 kelompok,  masing-masing kelompok diambil 2  penampil terbaik, untuk kemudian dilombakan lagi di babak selanjutnya. Berbeda dengan penampilan mereka di praktek pertemuan-pertemuan sebelumnya,  anak-anak  cenderung tampil lebih rileks dan  lepas,  tanpa mengurangi keseriusan inti dari cerita Kitab Suci yang dibawakannya.

Seperti yang disampaikan oleh para pendamping yang hadir menyaksikan dan  mengikuti perkembangan anak-anak dari awal hingga akhir,  dan juga pengakuan dari anak-anak sendiri ketika membagikan pengalamannya saat mengikuti kegiatan ini,  ada rasa percaya diri yang terlihat bertumbuh,  semangat solidaritas yang terbangun dengan saling  memotivasi antar teman yang tampak masih ragu untuk tampil. Termasuk juga hal yang paling patut disyukuri, yaitu mereka menemukan pengalaman kegiatan baru bahwa membaca Kitab Suci ternyata sangat mengasyikkan!

Dari 6 penampil pada babak lanjutan,  terpilih 3 pemenang oleh tim penilai (dari pengajar Bina Iman Anak dan Bina Iman Remaja St. Gabriel ),  yaitu :

  1. Monica Verlyn Christyarini, Lingk. Stella Maris
  2. Caecillia Rona Uli, Lingk. Vincentius
  3. Giorgina Riany Kaslim,  Lingk. St. Angela

Pemenang I lomba ,  akan mewakili Paroki Pulogebang dalam ajang Lomba Tutur Kitab Suci Anak Tingkat KAJ,  dalam rangka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani)  Katolik Nasional II. Proficiat bagi seluruh pemenang,  dan Selamat kepada seluruh peserta yg telah mengikuti dengan tekun dan penuh semangat kegiatan ini, sampai selesai.

Seperti anak-anak ini ,  mari mencintai SABDA,  dan dengan gembira mewartakannya.

-Iyun-

KKS (Kerasulan Kitab Suci)  Gelar Kursus Injil Lukas

By Christine Lerin,

Seksi KKS Paroki Pulogebang yang pada tahun 2018 telah menyelesaikan Kursus Kitab Suci Injil Markus (Mei s.d November 2018), kembali menggelar Kursus Kitab Suci, kali ini Kursus Injil Lukas yang dimulai pada Senin (6/5/2019) di Hall GKP Lt. 2.

Kursus yang setia dibawakan oleh Romo A. Setya Gunawan, Pr diselenggarakan setiap Senin pada minggu ke-1 & ke-3 dan dibagi dalam 2 sesi yaitu sesi pagi pukul 09.30-12.00 dan sesi malam pukul 19.30-22.00. Kursus Injil Lukas ini sudah ditunggu umat Paroki Pulogebang, terbukti jumlah kehadiran umat diawal kursus mencapai 90 orang untuk sesi pagi dan 165 orang untuk sesi malam.

Berbeda dengan kursus sebelumnya, kursus Injil Lukas akan dibuatkan summary (ringkasan) di setiap pertemuan. Oleh sebab itu peserta kali ini dibagi kedalam kelompok-kelompok masing-masing terdiri dari 8-10 orang. Setiap kelompok bergiliran membuat summary, selain itu juga memberi pelayanan disetiap pertemuan mulai dari registrasi peserta, memimpin lagu pujian, doa, kolekte hingga pembawa acara. Menurut Bu Selvya selaku ketua seksi KKS, dengan adanya summary, ada ilmu yang bisa dibawa dan dibaca kembali sehingga tidak mudah lupa.

Pembukaan kursus kali ini mengupas tentang apa itu “Injil Sinoptik” yaitu hubungan Injil Markus yang merupakan Injil tertua dibandingkan dengan Injil Lukas dan Injil Matius. Setiap kelompok mencoba mendiskusikan tentang Injil Sinoptik ini dan beberapa wakil kelompok mempresentasikan di depan peserta lain, selanjutnya Romo Gunawan memberikan penjelasan.

Peserta sangat antusias dan serius mengikuti setiap penjelasan dari Romo Gun yang mudah dicerna dan sangat gamblang, diselingi dengan humor ringan memecah suasana. Setelah mengikuti kursus ini, harapan Romo Gunawan, kita menjadi orang yang lebih beriman, lebih mencintai Yesus dan gereja, seperti Yesus datang untuk melayani, semoga kita juga mau melayani sehingga iman kita teraplikasi dalam perbuatan.

DenyKus

Pohon Harapan menyambut Sukacita Paskah

By Christine Lerin,

Paskah 2019 menyisakan kepuasan tersendiri bagi panitia paskah, tak terkecuali bagi tim dekorasi yang dikomandoi oleh Bu Irma, dkk. Berawal dari penunjukan Wilayah 2 sebagai Panitia Paskah 2019 yang mengusulkan acara utama adalah lomba kepedulian melalui medsos, sehingga tim dekorasi Paskah 2019 harus memutar otak untuk mengisi semua dekorasi di luar gereja, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, dekorasi disupport dari hasil lomba (Pohon Natal/2017, Giant Egg/2018, Goa Natal/2018).

Ide tim dekor mengusulkan pembuatan Pohon Harapan sebagai dekorasi utama yang didukung penuh oleh panitia. Dalam perjalanannya banyak kendala yang dihadapi mulai dari pemilihan pohon sampai dekorasi tambahan. Tim bekerja tanpa lelah mulai perencanaan hingga pembagian tugas  setiap lingkungan di wilayah 2, pengorbankan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan tahap demi tahap ornamen, hiasan dan kelengkapan dengan sepenuh hati sehingga nilai-nilai seni terlihat sangat indah.

Akhirnya tercipta dekorasi paskah itu sbb : di pelataran (1 Pohon Harapan warna telor emas & perak), loby bawah (2 pohon kecil ranting warna perak & biru dan hiasan hasil lomba telenan BIA), tangga pertama (1 pohon ranting hias warna telur kuning & putih), loby atas gereja (1 Salib besar & kain putih), GKP di bawah tangga dalam (1 pohon ranting warna jingga & hijau), GKP depan luar (1 pohon ranting  warna merah muda), Kapel (1 pohon ranting warna telur coklat, emas, hijau), rumah hening (rangkaian bunga hidup besar warna putih dan peach), halaman gereja (tenda-tenda diberi hiasan bola-bola warna emas dan perak), anak tangga gereja (bola hias yang kecil-kecil), GKP dalam (diberi hiasan bola besar & bola kecil dihias di atas plafon dan di-anak tangga). Ditambah eco dekor yang meminjam dari sie Lingkungan Hidup gereja. Selain pohon-pohon harapan untuk kemeriahan pesta paskah, tim juga membuat dekorasi selama prapaskah yaitu dekorasi minggu palma (hiasan daun palma di tangga gereja) dan kamis putih (rangkaian bunga besar di lobi gereja).

Pohon harapan yang berada di lobi utama berisi ratusan doa dan harapan dari umat St.Gabriel yang digantung dengan kertas kerlap kerlip emas dan perak. Doa dan harapan ini menyimbulkan kepercayaan umat akan kebijaksanaan dan kasih Tuhan yang begitu besar kepada manusia, sekaligus ungkapan iman dipenghujung ret-ret bersama Tuhan selama masa prapaskah.

Melalu proses yang panjang dan selalu dibawa dalam doa, tim dekor diberi kelancaran dalam tugas dan tanggung jawabnya. Apresiasi muncul dari sesama panitia paskah dan umat gereja St Gabriel paroki pulogebang bahkan Suster Alberta sebagai penasihat tim, turut mengapresiasi karya dan usaha tim dekorasi ini. Banyak umat yang mengantre untuk berswa foto ataupun foto bersama keluarga dan sahabat tercinta di depan pohon harapan. Kerja keras telah memberi kepuasan dan kebahagiaan tersendiri di team dekorasi dan panitia paskah 2019.

 

Proficiat Team!

Denykus

Misa Pembukaan Bulan Maria

By Christine Lerin,

Secara tradisi, Gereja Katolik mendedikasikan bulan Mei dan Oktober sebagai Bulan Maria. Bulan Mei sering dikaitkan dengan permulaan kehidupan atau musim tanam, maka bulan itu dihubungkan dengan Bunda Maria, yang menjadi Ibu dari semua yang hidup. Sedangkan penetapan Oktober sebagai Bulan Rosario berawal dari penetapan tanggal 7 Oktober sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Itulah pengantar Rm A. Setya Gunawan, Pr saat perayaan ekaristi pembukaan Bulan Maria di Gereja St. Gabriel, Rabu (1/5) malam.

Dalam homilinya, Romo Gun mengungkapkan bahwa begitu besar cinta Allah kepada manusia sehingga mengutus putraNya ke dunia untuk menyelamatkan manusia yang berdosa menuju kehidupan abadi.

Begitu pula, Bunda Maria dipilih oleh Tuhan sendiri untuk mengandung putraNya. “Bunda Maria dipilih sendiri oleh Allah, mengapa kita juga memilih Bunda Maria sebagai pelindung kita?” tegasnya.

Banyak gelar yang disematkan ke Bunda Maria seperti dalam Litani Bunda Maria bahkan Doa Salam Maria adalah doa yang bersumber dari Kitab Suci. “Hendaklah kita juga meneladan Bunda Maria yang penuh cinta kasih, kesabaran dan penuh kesucian,’’pesannya menutup homili.

Setelah Ekaristi dilanjutkan arak-arakan dengan prosesi lilin yang diikuti umat. Prosesi dimulai dari Gereja menuju Rumah Doa Maria Ratu Rosari sambil mendaraskan Doa Rosario.

Sesampai di Rumah Doa, Romo Gun memberkati patung-patung Bunda Maria dari umat lingkungan dan diakhiri dengan berkat penutup. Umat dengan penuh khidmat mengikuti misa hingga prosesi lilin yang dilayani oleh sie Legio Maria.

DenyKus

Sejenak Bersama Ignatius Jonan – Menteri ESDM

By Christine Lerin,

ESDM ( Energi  dan Sumber Daya Mineral ) tidak banyak orang yang memperhatikan dan membicarakan secara detil mengenai bidang ini. Ignatius Jonan,  yang  dahulu memimpin PT KAI  terkenal dengan  terobosan sistem  dan pembenahan di PT KAI, kini Ignatius Jonan memimpin Kementrian ESDM berkantor di Jl. Merdeka Selatan Jakarta Pusat. Tanggal 15 April 2019  pukul 18.00 Perwakilan Wanita Katolik RI  Dewan Pimpinan Daerah Jakarta, Bogor , NTB, Bali, dan beberapa Komunitas  yang berjumlah ± 100 orang berkesempatan menghadiri undangan dari Bapak Ignatius Jonan  untuk sarasehan atau ngobrol santai di Gedung Damar Kementrian ESDM. Seluruh tamu undangan sepertinya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan langka ini, terlihat dari antusiasnya kedatangan undangan yang tidak ada satupun yang terlambat meski angin dan hujan cukup deras pada sore itu. Acara sore itu diawali  makan malam, ada juga sebagian peserta yang foto bersama teman-temannya di antara waktu makan.

Selesai acara makan malam, tamu undangan dibuat terkejut dengan kehadiran seorang pria berpenampilan sederhana, postur tubuh tidak terlalu tinggi juga tidak besar,beliau adalah  Ignatius Jonan Menteri ESDM, rupanya beliau tidak mau ada pengawalan atau penyambutan khusus layaknya seorang Menteri. Orang berpenampilan sangat sederhana ini menceritakan bahwa sejak  lulus SMA sampai dengan saat ini setiap hari berdoa Novena 3x Salam Maria.

Dalam paparannya  disertai tayangan film pendek beliau menjelaskan cukup detil  dengan gaya khasnya serius tapi  membuat gelak tawa para hadirin. Sore itu suasana sangat rileks komunikasi  tidak ada sekat antara Bapak  Menteri dengan para undangan.

Dalam tayangan film pendek memberikan gambaran kepada hadirin, bahwa Presiden Republik Indonesia beserta aparatnya selalu berupaya memberikan pemerataan pembangunan yang berkeadilan sosial untuk seluruh  masyarakat dengan prioritas di daerah 3 T ( Tertinggal, terdepan dan terluar). Di  bidang ESDM melalui pembangunan pembangkit Listrik berbasis Energi.

Selama 4,5 tahun kementrian ESDM memberikan banyak kepada masyarakat untuk menikmati haknya antara lain :

  1. LTSHE ( Lampu Tenaga Surya Hemat Energi ) di desa Jinok, Lany Jaya  dan Yakuhimo Papua
  2. PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) di desa Silang kitang Tambiski Tapanuli selatan memberikan penerangan 150 Kepala Keluarga dengan 96 PJU
  3. PLTB ( Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin) di desa Sidrap sulawesi selatan dan Jenoponto
  4.  BBM satu harga  untuk masyarakat Gayo Lues Aceh dan Kabupaten Jaya Wijaya Papua.

Melihat tayangan film pendek tersebut, sangat menyentuh hati karena hal yang biasa kita nikmati ( air bersih, listrik, BBM yang sangat mudah didapat) merupakan kemewahan untuk saudara-saudara kita di daerah pelosok tersebut di atas. Bapak Ignatius Jonan berpesan , “Pemimpin yang baik harus memberi contoh kepada timnya, ketika anak buah lembur, maka pimpinan juga harus ikut lembur.”  Beliau pun berpesan bahwa bila mengaku berTuhan maka harus menunjukkan sikap mengabdi  kepada orang yang tidak dikenalnya, itulah yang disebut cintakasih.

Penulis : Yana Kurniadi – WK St Yakobus.

Gereja St. Gabriel Gelar Lomba Anak & Remaja

By Christine Lerin,

Untuk menyambut paskah, Panitia Paskah bersinergi dengan BIA-BIR & Komsos mengadakan lomba mewarnai talenan dan kreasi gelas di Hall GKP lt.2, Minggu siang (7 April 2019).

Lomba mewarnai talenan yang baru pertama kali dilakukan di Paroki Pulogebang ini, dinahkodai oleh Panitia Paskah 2019 bekerjasama dengan Greebel untuk pengadaan telenan, crayon, tropi sekaligus juri dan kakak-kakak BIA-BIR sebagai pelaksana lapangan. Antusias peserta untuk mengikuti lomba sangat besar terbukti dari jumlah pendaftar yang membludak sejak pendaftaran dibuka 3 minggu sebelumnya bahkan banyak yang mendaftar on the spot walaupun akhirnya ditutup karena melebihi kuota.

Gelaran lomba yang dimulai dari Pkl 08.45-11.00 ini cukup sukses. Kepuasan dan keceriaan tampak dari wajah anak-anak yang mengikuti setiap momen mulai dari menyanyi bersama, berdoa, saat lomba sampai dengan pengumuman pemenang yang dipandu oleh kakak-kakak pembimbing BIA-BIR Paroki yang penuh semangat.

Disela-sela acara, Panitia Paskah menyumbangkan sejumlah meja lipat untuk anak-anak BIA-BIR Paroki sebagai kepedulian terhadap anak-anak sesuai tema lomba “Mari Membangun Anak-Anak yang Berhikmat Menuju Bangsa yang Bermartabat”, juga menyediakan camilan ringan untuk menambah semangat anak-anak saat mengikuti lomba.

Penilaian dilakukan oleh juri setelah anak-anak menjalani lomba selama kurang lebih 50 menit. Juri yang menilai talenan adalah kak Ibnu, penilai dari tim Greebel. Sementara juri yang menilai kreasi gelas adalah ibu Janawaty Kurniadi Seksi Keadilan dan Perdamaian atau akrab disapa ibu Yana.

Liputan lengkap hasil karya lomba dan para pemenang akan terbit di majalah Diaga edisi paskah mendatang. Ditunggu ya!

Kak DenyKus, Erin, Foto : Greebel dan BIA