Berita Paroki


Belajar Menjadi Heroik dalam Melayani

By Christine Lerin,

Jakarta – Sekitar 200 orang pengurus, baik di lingkungan, wilayah, seksi, bagian dan kategorial, mengikuti rekoleksi dan pembekalan anggota dewan paroki pleno periode 2019 – 2022 di Gedung Karya Pastoral lt.3 Paroki Pulogebang, Sabtu dan Minggu (10-11/8/19).

Sebagai pembuka acara, Ketua Seksi Pekad (Pelatihan dan Kaderisasi) Bapak Fransiskus Tan memberikan ucapan selamat datang kepada para peserta pembekalan dan memperkenalkan anggota seksi Pekad.

Rekoleksi dan Pembekalan yang diselenggarakan oleh Seksi Pekad Paroki Pulogebang ini mengambil tema “Melayani dengan Berhikmat, Sukacita dan Setia” tujuannya untuk membekali kepengurusan Dewan Paroki Pleno periode 2019-2022 yang telah dilantik pada Minggu, 8 Juli 2019, agar memiliki spirit yang sama dalam pelayanan di Gereja dan umat.

Di hari pertama, Romo A. Susilo Wijoyo, Pr selaku Pastor Kepala Paroki Pulogebang menyampaikan tema tentang “Spiritualitas” dalam gereja katolik. Dalam sesi ini, Romo Susilo berharap agar pengurus gereja melayani dengan penuh kasih yaitu merendahkan diri. Seluruh pengurus diharapkan bersikap rendah hati, karena hal itu merupakan kunci pelayanan yang baik seperti yang diajarkan Kristus. Yang kedua adalah mengistimewakan orang lain, Ia juga menghimbau agar saat menjabat sebagai ketua lingkungan, wilayah atau pun pengurus lainnya  untuk tidak mempersulit umat. Lebih lanjut, Romo Susilo berharap, pengurus gereja dalam pelayanan harus mengikutsertakan campur tangan Tuhan, dipenuhi sukacita dan setia seperti Bunda Maria yang setia menemani Yesus hingga wafat di kayu salib.

Di hari kedua, panitia mengundang narasumber yang merupakan pakar di bidangnya, yakni Romo Yos Bintoro, Pr selaku Vikaris Jenderal yang menangani pelayanan umat di lingkungan TNI-Polri di seluruh Indonesia. Romo Yos, biasa dipanggil, membawakan materi Kepemimpinan dengan tema “Santo Paulus, Teladan Heroik bagi umat Kristiani”. Pemimpin kristiani hendaknya melayani seperti hamba, punya karakter kuat dan hati yang bersih agar dekat dengan Tuhan. Pemimpin tidak hanya mempunyai knowledge tetapi juga mempunyai hati dan memberikan diri untuk mengikuti Tuhan (passion). Seperti pesan Santo Paulus, bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku (Gal 2:20).

Dalam sesi tersebut Romo Yos juga menyampaikan 3 unsur leadership yaitu servant, steward dan shepherd. Ia juga menyampaikan 16 karakter kepemimpinan Paulus yang sangat baik untuk diteladani para pelayan gereja. “Pemimpin harus melayani dengan tulus, teguh dalam iman, heroik/militan/berjiwa patriotik, berani berubah dan mengubah,”tegasnya.

Di Sesi berikutnya, Romo Susilo menyampaikan tentang Liturgi gereja yaitu perayaan iman yang harus dipersiapkan oleh semua petugas liturgi dengan sungguh-sungguh karena ekaristi kudus merupakan puncak dan sumber kehidupan kristiani. “Kita merayakan misa setiap minggu tidak hanya sebagai kewajiban atau kebutuhan tetapi karena kerinduan untuk berjumpa dengan Tuhan,”pesannya.

Selain kedua romo sebagai narasumber, beberapa materi juga disampaikan oleh para Dewan Paroki yaitu tentang Organigram oleh Bapak Sunar Wibowo selaku DPH Pendamping Seksi Pekad, Keuangan gereja oleh bendahara paroki Ibu Caroline, Kesekretariatan oleh Bapak Heribertus. Selain itu juga pemaparan materi dari ketua seksi Katekese Ibu Maria, ketua seksi Pelayanan Sosial Ekonomi (PSE) Bapak Iwan dan seksi orang muda katolik (OMK) mba Dina.


Selain itu di GKP lantai dua diadakan sesi diskusi dan sharing yang diikuti oleh para seksi, sub seksi, kategorial dan bagian didampingi oleh para DPH pendamping masing-masing. Dalam sesi sharing tersebut, banyak kendala, harapan dan usulan yg diajukan oleh para peserta untuk perbaikan dalam hal komunikasi dan pelayanan yang lebih baik ke depannya. Acara ini diikuti dengan penuh antusias dan merupakan moment yang baru pertama kali diadakan di paroki. Sesi sharing dalam kelompok ini diakhiri dengan pleno dan arahan dari Bapak Stefanus, Sekretaris II DPH.Sebagai akhir dari pembekalan ini, diadakan sesi foto bersama antara para peserta beserta Romo Susilo, dilanjutkan dengan misa perutusan bagi anggota dewan paroki pleno periode 2019 -2022 yang dipimpin oleh Romo Susilo di gereja St Gabriel bersama umat lainnya. Selamat menunaikan tugas dan pelayanan di dalam gereja dan umat, Tuhan menyertai kita semua. Amin.

(Frans/Deny)

Mewartakan Kabar Sukacita melalui KEP

By Christine Lerin,
Sebanyak 90 orang, baik peserta, panitia, pendamping dan alumni mengikuti misa pembukaan Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) angkatan XIV yang dipimpin oleh Pastor Paroki Pulogebang Romo A. Setya Gunawan Pr, Jumat (9/8) malam.

Misa yang bertempat di Kapel Paroki Pulogebang ini, Romo Gunawan menitipkan pesan bahwa kursus Evangelisasi bukan berarti mau menjadikan kita sebagai penginjil, tetapi menyadari akan kekayaan talenta yang saat ini belum kita sadari, semoga dapat bangkit untuk mewartakan kabar sukacita yang lebih baik.

Romo melanjutkan, agar kita juga menjadi pribadi yang setia dalam mengikuti sesi demi sesi kursus yang begitu panjang dan saling berkaitan. “Ikutilah teladan sebagai pengikut Yesus yang setia memikul salib, tentunya berat dan jangan menyerah sampai akhir pembelajaran,”pesannya.

KEP di Paroki Pulogebang sendiri akan berlangsung setiap Selasa pkl. 19.30-21.30 WIB di ruang Matius GKP lt. 2 mulai 9 Agustus 2019 – 17 Maret 2020. Pesertanya pun beragam, mulai dari kaum muda usia 17 tahun sampai dengan lansia usia 64 tahun.

Panitia KEP XIV begitu semangat dengan persiapan sejak bulan Juni, sehingga pelaksanaan misa pembukaan bisa sesuai dengan rencana. Dalam sambutannya, Bpk Andrianus yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia KEP XIV sempat merasa tidak percaya diri. “Berbekal mengikuti KEP XIII, roh kudus tercurah pada saya untuk mewartakan kabar suka cita. Apa yang saya dapatkan dan semua usaha yang saya geluti selalu berbuah kemudahan-kemudahan,” paparnya.

Sebanyak 71 peserta KEP XIV akan mengikuti serangkaian kegiatan pengajaran dari Shekinah-KAJ dan Romo Paroki yang terdiri dari 32 sesi sampai dengan retret pengutusan.

Salah satu peserta KEP XIV Bpk Patuan Nainggolan (Lingk Yoh Pembaptis/Wilayah X) mengungkapkan bahwa Ia mendaftar KEP karena ingin menjadi pribadi yang lebih baik sesuai ajaran cinta kasih Yesus dan berharap kelak selalu siap diutus untuk mewartakan kabar sukacita kepada sesama.

(satSAT)

Melayani dengan Cinta Melalui Bunga

By Christine Lerin,

 Jakarta – Sabtu, 20 Juli, seksi dekorasi St. Gabriel Pulgebang dibantu WKRI, Legio Maria dan OMK, menggelar  acara seminar, demo dan workshop dengan tema Tata Bunga Altar.  Tujuan acara ini diselenggarakan adalah ; Semakin berkembangnya pelayanan dekorasi di gereja St.Gabriel  dan menjadikan dekorasi liturgi gereja menjadi lebih baik, benar dan indah.

Seminar yang berlangsung di ruang Yakobus, gereja St. Gabriel ini dihadiri oleh 63 peserta, 20 peserta lainnya adalah tamu, yang berasal dari daerah Karet, Deltmas, St.Anna Duren Sawit, Tangerang, St. Albertus dan Bintaro.

Acara ini dimulai pukul 07.00 dan dibuka dengan doa oleh Rm A. Susilo Wijoyo, Pr. Sebagai narasumber hadir ibu Mimi Sumiaty Aifd -(Anggota IPBI-Ikatan Perangkai Bunga Indonesia, tim dekor gereja St. Yakobus KGP, owner Vana Design Floris, Kelapa Gading), Ibu Apuline Tuti  Wahyuni dan Ibu Rossa Rini Ambarwati, keduanya adalah tim dekorasi dan pengajar dari gereja St.Maria Fatima, Banyumanik.

Rm.Susilo sebagai salah satu narasumber, menyampaikan bahwa workshop ini ditujukan untuk kepentingan pelayanan di gereja. Spiritualitas dalam menjalankan dekor gereja menjadi hal yang sangat penting termasuk merendahkan diri, mengutamakan orang lain, dan sebagai dasar dari semua sifat melayani tersebut adalah Cinta Kasih.

Menurut ketiga narasumber, Ibu Mimi, Ibu Tuti dan Ibu Nur, seorang pendekor liturgi gereja harus memahami warna liturgi dan maknanya, karena akan sangat menentukan warna bunga, jenis daun dan ukuran tinggi atau lebarnya dekorasi bunga yang akan dibuat.

Selanjutnya peserta menerima material dekorasi berupa aneka bunga, daun, vas dan oasis foam yang dipergunakan untuk praktek membuat dekorasi bunga secara langsung. Setelah menerima materi teori dan tips-tips, peserta lagsung mempraktekkannya di ruang workshop yang digelar di GKP lt.3 gereja St. Gabriel.

Tidak terasa acara berlangsung hingga pukul 15.00, peserta membawa banyak ilmu, pengalaman serta satu vas bunga cantik hasil dekorasi masing-masing yang dibawa pulang.

 

(IreneBonnie/Er/Bon)

 

Persembahan Anak-Anak di Hari Anak Nasional

By Christine Lerin,

Jakarta – Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan resolusi majelis umum PBB 836 (IX), 14 Desember 1954. Di Indonesia berawal dari gagasan presiden ke-2 RI Soeharto bahwa anak-anak adalah aset kemajuan bangsa, sehingga sejak 1984 berdasarkan keputusan Presiden RI No. 44 tahun 1984, ditetapkan setiap 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional.

Demikian juga di Gereja Santo Gabriel Paroki Pulogebang, Hari Anak Nasional diperingati dengan Misa Anak pada Minggu (21/7) pukul 09.00.

Dalam misa ini, anak-anak diberikan peran dan berbagi tugas pelayanan gereja dengan didampingi para pendamping anak. Petugas koor, lektor, pemazmur, petugas persembahan semuanya dilayani anak-anak. Bangku bagian depan sebelah kanan dan kiri gereja, diisi oleh anak-anak yang siap merayakan misa ini. Adapun para pendamping anak adalah dari Seksi Liturgi khususnya Subsie Lektor, Pemazmur dan Seksi Katekese Sub Seksi BIA (Bina Iman Anak).

“Selamat hari anak nasional, semoga anak-anak selalu diberikan rahmat dan berkat dari Tuhan,”papar Pastor Stefanus Rehi Mete CSsr yang memimpin misa ini.

Anak-anak harus rajin berdoa, dekat dengan Tuhan seperti Maria, juga rajin belajar & bekerja seperti Marta,” pesan Pastor Rehi mengakhiri homilinya.

 

(denykus, foto @gpc)

Gereja dalam Bingkai Foto

By Christine Lerin,

Jakarta – Lomba foto seputar gereja menutup rangkaian lomba yang digelar oleh panitia HUT Tri Windu Gereja Santo Gabriel Paroki Pulo Gebang dari wilayah 10 dan 11. Rangkaian lomba yang telah terlaksana adalah memasak nasi goreng (pasutri) antar wilayah, lomba puzzle individu (PG & TK), lomba puzzle kelompok (SD), lomba vokal grup antar wilayah dan lomba colouring untuk lansia.

Lomba foto kali ini mengambil tema Gereja, GKP dan rumah doa. Peserta bisa memilih salah satunya. Adapun syarat foto adalah hasil jepretan sendiri dengan menggunakan HandPhone kemudian wajib diunggahdi Instagram (IG) dan follow & mention ke @parokipulogebang #parokipulogebang. Batas waktu upload 1-21 Juli 2019 pukul 23.59.

Setelah batas waktu yang ditentukan usai, para juri yaitu teman-teman dari komsos paroki yang berkecimpung di photography dan panitia mulai menilai hasil foto yang sudah diunggah. Adapun pertimbangan penilaian juri antara lain komposisi foto, sudut pengambilan foto, kreatifitas dan kesesuaian tema.

Foto-foto lomba dan liputan pemenang akan dimuat di majalah Diaga edisi HUT Paroki.

 

(denykus, foto @gpc)