Berita Paroki


Kemeriahaan Lomba Anak Menyusun Puzzle

By Christine Lerin,

Jakarta – Berangkat dari keinginan  melibatkan serta  anak-anak, untuk ikut  memeriahkan perayaan  ulang tahun Triwindu Gereja St Gabriel Pulo Gebang, Panitia HUT Paroki menggelar lomba menyusun puzzle,  di GKP Lt 2, pada hari Minggu 14 Juli 2019.

Walaupun acara lomba menyusun puzzle baru akan diadakan pukul 08.45, tapi pukul 08.00 anak-anak paroki St.Gabriel Pulogebang sudah memadati meja registrasi untuk melakukan pendaftaran ulang.

Bina Iman memandu dimulainya acara  dengan menyanyikan lagu-lagu yang gembira pembangkit semangat,  dan  lanjut dengan doa bersama. Penjelasan teknis pelaksanaan dan aturan  lomba,  disampaikan berturut kemudian, oleh Panitia HUT.

Lomba dibagi dalam 3 kategori ; Kelompok Play Group yang diikuti 28 peserta, kelompok TK, diikuti 36 peserta dan kelompok SD diikuti 63 peserta. Pada masing-masing kategori,  terlihat anak-anak cukup senang dengan aktivitas menyusun puzzle ini. Pada kelompok SD,  karena sifatnya beregu,  maka terlihat lebih menantang,  karena dibutuhkan komunikasi, kerjasama. dan pengendalian diri dari setiap anggota kelompok untuk menyelesaikan puzzle dengan cepat dan tepat.

Apakah yang tercepat dalam setiap sesi menjadi pemenang? Belum tentu. Karena panitia akan merekap catatan waktu dari tiap-tiap sesi,  dan 3 tercepat dari total keseluruhan sesi,  itulah yang menjadi  pemenangnya. Jadi siapa pemenangnya? Mari kita tunggu pengumuman hasil lomba dari panitia HUT,  tanggal 27 Juli dan liputan lengkapnya di majalah Diaga.

Terima kasih adik-adik untuk  partisipasinya,  Tetap semangat bergandeng tangan,  satukan kepingan dan bentuk keindahan.

(Iyun/Er/BIA)

 

12 Parade Suara St.Gabriel Menuai Pujian

By Christine Lerin,

Lomba Vokal Grup – HUT Paroki St.Gabriel ke-24

Jakarta – Dalam rangka meramaikan hari ulang tahun Gereja Santo Gabriel Paroki Pulogebang yang ke-24, Panitia HUT dari wilayah 10 dan 11 menggelar Lomba Vokal Grup (VG) di Gedung Karya Pastoral Lt.3, Minggu (14/7).

Kesibukan panitia HUT sudah tampak sejak pagi hari. Begitupun beberapa peserta mulai berdatangan mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari pakaian yang dikenakan beserta aksesorinya, merias tampilan hingga latihan pemanasan suara, semua itu untuk menampilkan yang terbaik dalam lomba vokal grup ini.

Pukul 10.30, panitia membuka registrasi bagi peserta. Sebanyak 12 peserta vokal grup mulai mendaftar ulang dan mengambil nomor undian tampil. Setiap kelompok vokal grup ini merupakan wakil dari setiap Wilayah masing-masing di Paroki Pulogebang yang tujuan utamanya untuk berpartisipasi meramaikan HUT Paroki tercinta. Setiap VG akan menyanyikan 1 lagu wajib “Mars Santo Gabriel” dan 1 lagu pilihan (Gambang Suling, Yamko Rambe Yamko, Sirih Kuning, Soleram dan Jali-Jali).

Pukul 11.15, acara dibuka oleh MC Fransisca Felicia & Juniver Ibrani Purba dilanjutkan doa pembuka. Kemudian Pastor Kepala Paroki Pulogebang Romo A. Susilo Wijoyo, Pr memukul “Gong” sebagai pertanda dibuka dan dimulainya lomba.

Panitia HUT menunjuk 3 Juri dalam lomba VG ini yaitu Romo A. Susilo Wijoyo, Pr selain sebagai Pastor Paroki juga berpengalaman bermusik dan mencipta lagu salah satunya lagu Mars Santo Gabriel, kemudian Bpk Dicky (praktisi musik) dan Ibu Ignatia Aditya Setyarini (guru musik).

Keseruan penampilan peserta, antusias penonton & supporter, foto-foto kemeriahan lomba serta hasil penilaian para juri, bisa dibaca di majalah Diaga edisi HUT Paroki.

 

denykus, foto @gpc

KDRT di Paroki St.Gabriel!

By Christine Lerin,

SKP dan WKRI menghentikan kekerasan – HUT Paroki  St.Gabriel ke-24

Jakarta – Sesuai penuturan Yana Kurniadi dan Heny Gunawan sebagai ketua dan wakil ketua panitia penyelenggara, pemilihan  acara talkshow KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) bertema “Mencintai tanpa Kekerasan” bertujuan meningkatkan kesadaran umat tentang pentingnya saling menghargai kesetaraan dalam relasi antara pria dan wanita serta berbagi pengetahuan penanganan KDRT, menanggulangi dan mengupayakan perlindungan perempuan terutama anak-anak.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Seksi Keadilan dan Perdamaian bekerjasama dengan Wanita Katolik RI cabang St. Gabriel untuk menyambut HUT Paroki St. Gabriel Pulogebang ke 24, ini sesuai dengan salah satu misi Organisasi Wanita Katolik RI adalah memperjuangkan kesetaraan keadilan gender dalam seluruh dimensi kehidupan.

Acara Talkshow, Minggu (7/7/2019), dimulai pukul 11.00, diawali dengan doa dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh hadirin. Kemudian Pastor Paroki RD Aloysius  Susilo Wijoyo Pr, memberikan sambutan/pengantar.

Acara  dihadiri oleh ± 125 orang dari perwakilan lingkungan dan kategorial yang ada di paroki St Gabriel,  50 peserta diantaranya adalah  Wanita Katolik RI dari perwakilan ranting. Rita Serena Kolibonso (Direktur Eksekutif Mitra Perempuan) dan Justina (Ketua DPP WKRI)  sebagai narasumber menyampaikan bahwa kekerasan bisa terjadi dimanapun, bahkan di rumah, lingkungan yang terdekat dan seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi anggota keluarga.

“Jika ingin membantu korban KDRT sebaiknya ditemani oleh pendamping yang berpengalaman dan pada waktu yang kondusif,” kata kedua narasumber, saat menjawab pertanyaan berkenaan dengan memberi bantuan pada korban, di sesi tanya jawab.

Acara ditutup pukul 14.30, dengan 95% peserta  tetap setia di tempat sampai acara selesai.

(Rita/Er)

 

 

 

 

 

Serunya Masak Nasi Goreng Berpasangan

By Christine Lerin,

Lomba Nasi Goreng HUT Paroki ke-24

Dalam rangka merayakan ulang tahun Gereja Santo Gabriel Paroki Pulogebang yang ke-24, panitia HUT dari wilayah X dan XI mengadakan beberapa lomba dari tanggal 1-21 Juli 2019. Salah satunya lomba memasak nasi goreng antar wilayah yang digelar pada minggu (7/7) siang.

Di area parkir GKP setelah misa minggu ke-2 sekitar pukul 11.00, nampak panitia mempersiapkan kelengkapan para peserta lomba yakni beberapa meja, peralatan masak, kompor dan gas dari sponsor, bumbu dasar dan sosis dari sponsor. Begitupun peserta yaitu sepasang suami istri (pasutri) yang mewakili wilayah masing-masing mulai bersiap mengikuti lomba. Sebanyak 13 pasutri sudah mempersiapkan 2 piring nasi, minyak goreng/mentega, resep-resep andalan masing-masing yaitu bumbu dan bahan tambahan (ayam, telur, bakso, dll) serta hiasan untuk garnis (timun, tomat, dll).

MC membuka acara dengan doa pembuka dan berkat dari Romo A. Susilo Wijoyo Pr. Selanjutnya panitia menyampaikan ke peserta tentang kriteria penilaian lomba yaitu kekompakan pasangan selama memasak, rasa masakan, tampilan nasi goreng dan tampilan penyajian di piring secara keseluruhan.

Keseruan lomba, kebolehan para pasutri dalam memasak, supporter yang antusias, juri yang menilai dan para jawara serta foto-foto lomba akan dimuat di majalah Diaga edisi HUT Paroki.

denykus, foto @gpc

Mengenal Tuhan Yesus Lebih Dekat

By Christine Lerin,

Berawal dari ajakan KAJ untuk ikut serta mensukseskan Pesparani Katolik Nasional II, maka Sie KKS dan Katekase St.Gabriel saling bekerja sama mengadakan kegiatan “Kita Mengenal Tuhan Yesus Lebih Dekat”. Sebenarnya kegiatan ini bertujuan untuk memilih calon anak dan remaja di paroki St.Gabriel yang nantinya akan mewakili paroki St.Gabriel dalam ajang lomba Cerdas Cermat di KAJ.

Untuk menarik minat peserta, maka kegiatan ini dikemas dalam bentuk pengajaran yang menyenangkan, sehingga anak-anak yang ikut merasa nyaman dan enjoy.

Setelah dibuka pendaftaran dan flyer diinformasikan melalui WA grup yang ada di paroki, banyak umat yang mendaftarkan anaknya pada panitia. Apalagi setelah Panitia mengajak kerja sama SDK Sang Timur dan SD/SMP St.Yosef, jumlah pendaftar makin bertambah. Total pendaftar yang masuk berjumlah 35 anak ( 12 Remaja dan 23 anak-anak).

Sesuai dengan Kategori yang diadakan oleh KAJ, pendaftar dikelompokkan menjadi 2 kategori, yaitu:

  1. Kategori Anak : umur 9 – 13 tahun
  2. Kategori Remaja : umur 14 – 16 tahun

Supaya fokus dalam pengajaran, anak-anak dibagi menjadi 4 kelas yang masing-masing kelas terdiri dari 12 anak. Pengajaran dibagi menjadi 6x pertemuan mulai dari tanggal 3 Maret – 7 April 2019. Untuk memudahkan dalam proses pembelajaran, Romo A. Setya Gunawan membantu panitia dalam penyusunan soal-soal tentang Kitab Suci yang disesuaikan dengan kisi-kisi dari KAJ. Atas dasar itulah guru-guru pembimbing mengajar anak-anak pada tiap hari Minggu jam 11.00- 12.00 di Lt II GKP.

Materi pengajaran meliputi:

  1. Kitab Suci Perjanjian Lama ( Penciptaan, Dosa asal, Tokoh-tokoh Perjanjian Lama, Cerita Nabi Nuh,Kisah Nabi dan Kisah Raja-raja)
  2. Kitab Suci Perjanjian Baru ( Mukizat Yesus, Perumpamaan, Kisah Sengsara Yesus, Surat-surat Paulus, Jemaat Perdana,Petrus & Paulus)
  3. Liturgi, Sakramen, Tata Perayaan Ekaristi, Peringatan Hari Raya
  4. Credo, 10 Perintah Allah, 5 Perintah Gereja, Tradisi Doa Katolik.
  5. Santo/Santa, Jalan Salib, Hirarki Gereja, Tokoh Gereja
  6. Doa Rosario, Doa Bapa Kami.

Mengingat  banyaknya materi yang harus diajarkan, maka evaluasi Cerdas Cermat  terpaksa dilaksanakan pada pertemuan ke 7, yaitu tanggal 14 April 2019. Panitia menyiapkan acara seperti lomba Cerdas Cermat di TV sebagai sarana  melakukan evaluasi. Ternyata dengan cara tersebut anak-anak menjalaninya dengan antusias sehingga acara berlangsung dengan seru. Cara ini juga  mampu memompa semangat anak-anak, walaupun ada beberapa yang tidak hadir karena berhalangan.

Untuk menilai kecerdasan anak, panitia sudah menyiapkan 3 tipe pertanyan,yaitu :

  1. Tipe Soal A. Tiap anak diberi pertanyaan secara  berurutan sesuai urutan masing-masing. Bila siswa bisa menjawab benar mendapat nilai 10,tetapi bila tidak bisa menjawab nilainya 0. Waktu yang diberikan 15menit.
  2. Tipe Soal B. Pertanyaan dibacakan dan siswa yang tercepat mengangkat bendera adalah yang berhak menjawabnya. Bila jawaban benar nilai 10 tapi bila salah nilai 0. Jawaban yang salah boleh dijawab oleh anak yang mengangkat bendera setelah anak pertama menjawab salah. Waktu yang diberikan 15 menit.
  3. Tipe Soal C. Mirip dengan tipe soal B hanya beda cara penilaian. Pada tipe ini bila siswa bisa menjawab benar nilai 10, tetapi bila salah nilai dikurangi 10. Waktu yang diberikan 10 menit.

Evaluasi berlangsung dengan seru karena masing-masing anak saling berebut untuk bisa mengangkat benderanya agar dapat kesempatan untuk menjawab. Disinilah peran moderator dan tim juri yang harus mengamati dengan benar, peserta yang mengangkat benderanya lebih dulu.

Dari hasil evaluasi, untuk pemenang kategori remaja adalah ;

Juara 1 Jose Adrian,

Juara 2 Stefanie Aurelia CHS

Juara 3 Benedicta Janice Claresta

Pemanang untuk kategori anak-anak adalah ;

Juara 1 Christina Anditi Laura Ine

Juara 2 Michelle Eirene Panjaitan

Juara 3 Cantika koleta,  Ancila Thelia Larasati P dan Eilleen.

Juara 1 (pertama) dari masing-masing kategori akan mewakili Paroki St Gabriel untuk maju di tingkat KAJ.

Proficiat ya Nak!

Semoga terus semangat dalam belajar untuk mengikuti lomba-lomba berikutnya.

-Regina-