Homili Perdana Romo A. Setya Gunawan, Pr

  Berita > Berita Utama

Misa hari Minggu sore pukul 17.00, tanggal 4 Februari 2018, menjadi misa perdana Romo Gunawan di Paroki Pulo Gebang. Walau baru saja tiba dan sejak siang mengikuti seremoni penyambutan, Romo Gunawan langsung bertugas memimpin misa sore itu. Romo Gunawan yang sebelumnya bertugas di Gereja Santa Maria Regina, Paroki Bintaro Jaya, menceritakan kembali pengalaman 35 tahun lalu, yang pernah melayani umat Pulo Gebang selagi Paroki Pulo Gebang belum menjadi paroki ataupun dalam bentuk stasi. Tepatnya pada tahun 1982-1986, yang menjadi tugas pastoral pertamanya di Paroki Pulo Mas dan saat itu Paroki Pulo Gebang masih berbentuk lingkungan yang menginduk pada Paroki Pulo Mas. “Jadi seperti kembali ke rumah,” begitu kurang lebih ungkapan dari Romo Gunawan.  Romo Gunawan juga dalam perkenalannya menyatakan dirinya sebagai Romo sepuh,”bagaimana tidak sepuh, saya yang membaptis Romo Rafael.” Kisahnya ini membuat umat tertawa.

Dalam homilinya Romo Gunawan dengan cara yang ringan mengingatkan umat untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan. Bacaan hari itu berkisah tentang Yesus yang menyembuhkan ibu mertua Simon yang terbaring sakit dan mengusir roh jahat. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.(Mrk 1 :34)

Romo Gunawan menyampaikan bahwa setan tahu, Yesus adalah yang Kudus. Jika setan mengenal Yesus, berarti setan juga mengenal kitab suci. Sehingga apa yang membedakan setan yang mengenal kitab suci dengan manusia yang juga mengenal kitab suci? Hanya jika manusia tidak hanya membaca kitab suci tapi juga harus melaksanakannya seturut firman Tuhan dan menghindari diri dari perbuatan-perbuatan tercela. Dimulai dari rumah tangga, hubungan antara suami dan istri, anak dan orangtua, misalkan dengan tidak mudah marah atau tersinggungan jika diingatkan kepada hal-hal yang benar. Begitu juga dalam pelayanan menggereja dan hidup bersosial dengan tetangga, harus rendah hati dalam iman. Karena si jahat akan terus mengintai. Hanya lewat Firman yang dijalankan saja, manusia bisa lebih cerdik dari setan. Amin

 

Selamat datang kembali Romo Gunawan, semoga kerasan.