SOSIALISASI MATERI APP 2018

  Berita > Berita Utama

 

Masa Prapaskah setiap tahun diawali dengan penerimaan Abu pada setiap hari Rabu Abu. Pada saat ini dimulailah pantang dan puasa bagi Umat Katolik seluruh dunia. Tahun 2018 ini perayaan Hari Rabu Abu bertepatan dengan Hari Valentine yaitu tanggal 14 Februari 2018 dan hari Jumat sebagai hari pantang bertepatan dengan Perayaan Tahun Baru Imlek. Oleh karena itu, walaupun harinya bertepatan dengan peristiwa pantang dan puasa, namun bagi Umat Katolik sangat diberikan kemudahan sehingga menjalani pantang dan puasa dapat diatur sedemikian hingga umat tetap menjalani pantang dan puasa.

Selama masa prapaskah selain menjalani pantang dan puasa, umat Katolik juga senantiasa mengisi kehidupan rohaninya melalui pendalaman iman di lingkungan. Pedoman tentang pendalaman iman ini sudah disediakan oleh Keuskupan. Kegiatan pendalaman iman ini lebih dikenal dengan sebutan Aksi Puasa Pembangunan (APP). Tahun ini, Komisi Kerasulan Kitab Suci (K3S) KAJ bekerja sama dengan Komisi Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PSE) bekerja sama dalam mempersiapkan materi APP 2018. Seksi Kerasulan Kitab Suci (KKS) Paroki Pulo Gebang adalah perpanjangan tangan KAJ di Paroki Pulo Gebang, untuk itu KKS melakukan sosialisasi atas materi APP tersebut. Undangan untuk mengikuti sosialisasi materi APP sudah disampaikan melalui pengumuman pada Warta Minggu. Undangan ditujukan kepada fasilitator-fasilitator dari masing-masing Lingkungan. Hal ini untuk mendapatkan arahan dan petunjuk atas materi-materi yang akan digunakan selama pendalaman iman di Lingkungan.

Puji-pujian yang dipandu oleh Bapak Yogi dari PDKK Paroki Pulo Gebang dengan iringan keyboard oleh Pak Yovi bergema di Aula Gedung Karya Pastoral Lantai 2 Paroki Pulo Gebang, pada hari Minggu tanggal 11 Februari 2018 tempat Sosialisasi materi APP diselenggarakan. Tema kita tahun 2018 adalah Amalkan Pancasila Sila ke 3, Kita Bhinneka, Kita Indonesia maka adalah suatu kewajiban kita untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bukti cinta tanah air Indonesia dan sebagai perwujudan dari 100 % Katolik dan 100 % Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan lagu pujian lainnya tanda wujud syukur kita akan Kasih Tuhan kita, sungguh semarak dan meriah.

Yang menarik dan muncul kelucuan diawal sosialisasi ini adalah kehadiran Mo Gun (panggilan akrab Romo Gunawan yang baru 2 (dua) minggu bertugas dan berada di Gereja Santo Gabriel Paroki Pulo Gebang) yang tidak diketahui oleh kebanyakan umat yang hadir. Beliau hadir pada saat itu seperti umumnya umat yang lain dan duduk ditengah-tengah peserta sosialisasi sehingga luput dari perhatian peserta termasuk Bapak Radecius Rudi Wiwoho yang bertugas sebagai pemandu, sehingga harus ada bisikan dari Bu Selvya (Ka KKS) untuk mengingatkan kehadiran beliau.

Mo Gun didaulat untuk memberikan sambutan dan pengarahan singkat untuk memberikan wawasan dan pandangan dalam menjalankan pendalaman iman di Lingkungan. Dalam sambutannya dengan guyonan yang khasnya, Mo Gun mengomentari kehadiranya bahwa beliau merupakan Romo baru tapi stock lama dan mulai bercerita bahwa diantara umat yang hadir ada sebagian yang sudah pernah mengenalnya sekitar 30 tahun yang lampau saat  beliau bertugas di Paroki Pulo Mas dan Pulo Gebang masih sebagai salah satu Lingkungan. Berarti umat yang hadir dan mengenal beliau itu termasuk sudah sepuh alias tua karena sekarang rata-rata berusia 60 tahun. Sedangkan yang sekarang berusia 30 tahun sebagian adalah yang dibaptis oleh Mo Gu seperti Romo Rafael. Mo Gun menambahkan bahwa dari pengalaman beliau membaptis bayi, sudah ada 3 yang ditahbiskan menjadi Romo. “Jadi, kalau ada anak bayi yang besarnya ingin menjadi Romo, silahkan dibaptis oleh saya”, demikian guyonan Mo Gun. Beliau hanya mengingatkan kepada para fasilitator supaya umat tidak dipaksa untuk bisa melakukan sharing terhadap Kitab Suci. Sharing yang dilakukan oleh setiap individu pun tidak perlu dinilai benar salahnya karena itu adalah ungkapan dari diri masing-masing umat yang mau memberikan komentar atas bacaan yang digunakan pada saat itu. Beberapa katekese pun disampaikan oleh Mo Gun sehingga harapannya fasilitator mempunyai bekal dan tambahan pengetahuan saat menjalankan perannya sebagai fasilitator di Lingkungan.

Materi APP disusun oleh RD Carolus Putranto, beliau menyampaikan bahwa struktur setiap renungan adalah sama seperti umumnya yang sudah kita lakukan, hanya dalam bacaan KS diharapkan ada perubahan atau MIGRASI yang berarti renungan dilihat dengan penafsiran makna baru karena yang membaca juga berbeda. Sebagai contoh kita ambil Kitab Keluaran, penafsiran lama : Musa bersuka cita karena Mesir tenggelam di Laut Merah, penafsiran baru : Kita tidak boleh bergembira diatas penderitaan orang lain. Jadi diharapkan pada 4 materi pertemuan APP dapat ditemukan penafsiran baru yang menyegarkan kita yang sesuai dengan tema kita yaitu Persatuan. Semoga benang merah 4 permenungan itu dapat kita temukan dan dapat kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari kita ditengah masyarakat.

Satu lagi yang tidak biasa terjadi dalam sosialisasi sebelumnya adalah bahwa pada hari itu, diadakan simulasi pendalaman iman. Peserta yang hadir dibagi menjadi 4 kelompok dan masing-masing kelompok melakukan diskusi dan sharing diantara kelompoknya. Kegiatan ini diusulkan oleh Mo Gun.  Akhirnya para peserta dibagi menjadi 4 (empat) kelompok dan masing-masing kelompok mulai saling berbagi terhadap materi pendalaman iman.

Lingkungan yang hadir berjumlah 51 Lingkungan, sementara 6 Lingkungan tidak hadir dalam acara tersebut yaitu Lingkungan Agnes (Wilayah 3), Lingkungan Yoseph (Wilayah 9), Lingkungan Yohanes Pembaptis (Wilayah 10), Lingkungan Yustinus (Wilayah 12), Lingkungan Martinus de Porez (Wilayah 13) dan Lingkungan Elisabeth (Wilayah 16). Bagi Lingkungan yang hadir selain mengikuti sosialisasi materi, mendapatkan bahan materi yang akan digunakan selama pendalaman iman di Lingkungan, juga mendapatkan kotak APP untuk diisi oleh umat sebagai silih atas pantang dan puasa yang dijalaninya.Sosialisasi ditutup dengan bernyanyi bersama lagu Kita Bhineka Kita Indonesia dan doa penutup. Para fasilitator lingkungan siap untuk menjalani pendalaman iman di Lingkungan masing-masing.

(Penulis : selvya-kks , editor : Erin)