Anak-Anak Menjadi Berkat Bagi Kehidupan Berbhinneka

  Berita > Berita Paroki

Perayaan Imlek TK Sang Timur 2018

Kendati perayaan Imlek adalah perayaan tahun baru berdasarkan penanggalan  Cina dan dirayakan oleh etnis TiongHoa, tapi  seiring perkembangan jaman  perayaan tahun baru Imlek menjadi bagian perayaan universal yang boleh dirayakan oleh siapapun, tanpa memandang warna kulit, budaya ataupun ras. Sama seperti perayaan tahun baru lainnya, perayaan Imlek adalah menyongsong datangnya tahun yang kita harapkan penuh dengan sukacita, berkat dan persahabatan yang melimpah.

Rasa sukacita dan kemeriahan warna merah dari Imlek terasa menggairahkan, membuat setiap individu merasa perlu ikut bersyukur atas setahun yang boleh berlalu. Begitu juga yang ingin diungkapkan oleh seluruh anak-anak TK Sang Timur pada hari Sabtu pagi, tanggal 24 Februari 2018. Dengan atribut dominan berwarna merah, TK Sang Timur merayakan hari sukacita tersebut bersama dengan guru, karyawan , anak didik dan para orang tua. Kebhinekaan menjadi terasa kental saat yang hadir diwarnai oleh berbagai etnis, dari Suku Jawa, Batak, Flores, Sunda, dan lain-lain, semuanya berbaur dalam warna merah dan keemasan.

Acara Imlek ini dipusatkan pada kegiatan anak-anak, dengan adanya lomba yang diadakan oleh panitia, seperti ; lomba Fashion Show , lomba Menghias Layangan, serta aneka permainan yang tujuannya adalah pelatihan bagi anak-anak untuk mengasah bakat, kemandirian, kreativitas dan kebersamaan.

Perayaan Imlek di TK Sang Timur dibuka dengan pertunjukan drumband dari penampilan anak-anak TKA dan TKB serta gerak dan lagu dari adik-adik KBB. Dilanjutkan dengan acara lomba dan permainan seru. Setiap anak yang naik keatas panggung untuk Fashion Show sudah dipersiapkan dari rumah oleh orang tua masing-masing. Tidak terlihat kesan repot dari para orang tua, justru sebaliknya, walaupun bukan etnis Tiong Hoa, para orang tua serius mempersiapkan kostum dan atribut bernuansa tradisional Cina untuk putra-putrinya.

Kebanyakan orang tua menyadari bahwa dengan berkegiatan bersama, dapat mempererat hubungan orang tua dan anak. Begitu juga dengan lomba Menghias Layangan, yang bertujuan melatih kemandirian anak, dimana peralatannya dibawa sendiri oleh peserta. Anak-anak bebas menentukan tema hiasan dan memilih aneka kertas ataupun perlengkapan yang akan digunakan selama lomba. Tanpa didampingi orang tua, anak-anak tampak tekun menggunting dan menempel.

     

Permainan yang digelar pun tak kalah serunya, salah satunya adalah  berburu koin emas. Koin-koin emas yang disebar dan sedikit disembunyikan oleh panitia, menantang anak-anak untuk bergiat mencari dan mengumpulkan koin emas sampai dapat. Meja permainan yang menarik lainnya adalah menangkap ikan. Hampir setiap anak yang pulang membawa sekantung ikan hasil tangkapannya dengan wajah berseri-seri. Tentu meja panganan dan minuman juga tak kalah ramainya, yang berhasil mengundang orang tua untuk berkuliner singkat, sambil menyaksikan dan menunggu putra putrinya berkegiatan. Perayaan Imlek ditutup dengan pertunjukan Barongsai yang menambah kemeriahaan dan sukacita seluruh keluarga TK Sang Timur.

Satu lagi, sebuah perayaan yang mampu membuat banyak orang berkumpul dari berbagai ras dan bergembira menjadi bukti, bahwa keberagaman dan kebersamaan adalah indah dan menggairahkan hidup. Berharap kegiatan-kegiatan seperti ini boleh menjadi contoh bagi banyak orang, bahwa perayaan syukur dari etnis manapun, bisa menjadi ungkapan sukacita bagi etnis yang lain juga. Hingga anak-anak boleh menyadari bahwa setiap anak diciptakan berbeda oleh Tuhan, dan didalam perbedaan itulah terletak berkat dan keagungan ciptaan Tuhan.

Kita Bhineka Kita Indonesia

(Penulis : Erin, Foto : Orangtua Andra dan Evan )