Lingkungan Santo Matius Rayakan Pesta Pelindung dengan Misa Kudus

  Berita Lingkungan > Berita Utama

Jumat 21 September, Gereja Katolik merayakan Pesta St. Matius, Rasul dan Penulis Injil. Pada hari yang sama , dengan penuh syukur, umat  Lingkungan St. Matius, Wil 3 Taman Modern,  ikut merayakan  Pesta Nama Pelindung lingkungan mereka.

Umat lingkungan, termasuk Sr. Agusta dan Sr. Michelin berdatangan sejak pukul 19.00. Begitu juga beberapa tamu undangan antusias untuk hadir,  seperti Sapta Tjajadi selaku DPH pendamping Wil 3, juga para Kaling di Wil 3, Anastasia Ngoei ( Sta. Monica ),  Agus Sundjojo Putro ( Sta. Helena ),  Valentinus Budianto( Sta. Margaretha ),  sementara Valent Levent Pareira ( Sta. Agnes ) berhalangan hadir.

Tepat 19.30, perayaan dibuka dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Romo Alphonsus Setya Gunawan Pr, yang akrab disapa dengan Romo. Gun. Dalam Homili nya Romo menyampaikan kisah Rasul Matius, seorang pemungut cukai   yang terpilih menjadi salah seorang dari 12 Rasul.

Dari seorang pendosa, sang rasul menyerahkan total hidupnya untuk mengikuti Kristus bahkan menjadi saksi lewat tulisan-tulisan kisah hidup Kristus yang akhirnya menjadi Injil.

Umat lingkungan,  beberapa suster, dan tamu undangan yang hadir, tekun mendengarkan homili Romo dan kadang-kadang tertawa mendengar guyonan khas Romo. Gun.

Diakhir homili  Romo Gun mengharapkan umat lingkungan St. Matius mampu meneladan hidup dari Rasul Matius dalam kegiatan menggereja dan bermasyarakat.

Selesai Misa,  acara dilanjutkan dengan sambutan dari Korwil Wil III, Tri Wibowo, yang kebetulan juga adalah umat lingkungan St. Matius. Dalam sambutannya ia menegaskan semoga Pesta Nama St. Matius semakin mempererat hubungan sesama umat,  juga semakin menumbuhkan semangat untuk hidup berlingkungan.

Ajakan Korwil juga diamini oleh Etty Cahyanie , Ketua Lingkungan St. Matius lewat sambutannya diakhir. Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah sambil menikmati  santap malam dan tentu saja foto bersama.

Terima kasih Yesus, Engkau memilih Rasul Matius sebagai murid Mu. Semoga kesetiaan Rasul Matius juga mendorong kami untuk setia menjadi murid Mu. Amin. Tuhan memberkati. (Penulis: Etty, Editor: Ferdinand)