Romo Gunawan: Tiga Hal Utama untuk Mengisi Prapaskah

  Berita > Berita Utama

PULOGEBANG – Memasuki Prapaskah 2018, umat Katolik diharapkan untuk mempersiapkan diri selama 40 hari ke depan, membersihkan hati dengan pertobatan yang penuh agar dapat menjemput kebangkitan Yesus pada Paskah nanti. Menyitir bacaan injil pada Rabu (14/2/2018) dari Matius 6: 1-6, 16-18, Romo Gunawan yang memimpin misa pada pukul 17.00 mengatakan, ada tiga hal yang harus dibuat dalam 40 hari kedepan. Pertama, hal berbuat baik dengan memberi sedekah dan berbagi serta berbela rasa. Kedua, kalau kamu berdoa jangan seperti orang munafik yang bedoa di pasar dan perempatan jalan agar dilihat orang. Ketiga, soal puasa dan pantang.

Romo Gunawan sedang mempersembahkan Misa Rabu Abu

“Puasa kita sebagai orang Katolik tidak pernah lepas dari salib Yesus, tidak pernah lepas dari penderitaan dan sengsara serta wafat Yesus. Maka kita berpuasa karena kita mencintai Yesus. Tuhan Yesus yang selama 40 hari kita renungkan, kita kenangkan penderitaannya, kita mau supaya kita juga ikut sedikit menderita bersama Yesus,” ungkap Romo Gunawan.

Cinta kepada Yesus Tuhan kita, diharapkan dapat diwujudkan dalam tiga tindakan utama di atas, sebagai tanda tekad umat untuk selama 40 hari ke depan menjalankan Prapaskah dengan baik.

“Abu sebagai simbol diberikan di kepala kita, karena semua kehidupan manusia diatur dari kepala kita. Melalui salib penderitaan Yesus, kita disembuhkan,” ungkap Romo Gunawan lagi.

Sebelumnya pada pagi hari, misa Rabu Abu pun dilakukan dan kemudian diikuti dengan misa pada malam hari pukul 19.00. Misa pada Rabu petang dihadiri cukup banyak umat, dan ini terlihat dari penuhnya gereja hingga ke atas balkon.

Romo Gunawan pun berpesan agar momen Prapaskah dapat diisi dengan ketiga hal di atas dengan sebaik-baiknya untuk menjemput kebangkita Yesus pada Paskah yang mulia.

“Paskah adalah peristiwa iman yang tingkatannya paling tinggi dari perayaan Natal sekalipun,” ungkapnya.

Selamat menjalankan Masa Prapaskah untuk menuju pada peristiwa kebangkitan yang mulai pada Paskah nanti. (Penulis: Ferdinand Lamak, Foto: Juan/Agnes)