Sabda Bahagia di Misa Imlek

  Berita > Berita Utama

Pada hari Jumat (16/02/18) di Gereja Pulogebang suasana lain dari biasanya, mulai dari dekorasi, pakaian umat, petugas koor, panitia (dari wilayah 14), petugas liturgi didominasi warna merah bahkan Rm. A. Susilo Wijoyo, Pr yang memimpin misa juga memakai jubah nuansa merah karena hari itu adalah Misa perayaan Imlek.

Dalam pengantarnya Rm. A. Susilo Wijoyo, Pr mengatakan,”Merah melambangkan warna Kegembiraan dan Syukur. Tahun baru yang perlu disyukuri dengan berdoa dan memohon. Gereja bahkan menggunakan buku liturgi perayaan Imlek yang dibuat khusus oleh KWI”.

 

Mengambil Bacaan I dari Kel.12:1-5,14 dan bacaan Injil dari Mat.5:1-11, Rm. A. Susilo Wijoyo, Pr mengungkapkan  tentang Sabda di Bukit yaitu Sabda Bahagia. Walaupun menderita, dan dicela oleh karena nama Tuhan, tapi jika kita tetap lemah lembut, murah hati dan suci hatinya, maka oleh Tuhan kitalah yang dinyatakan sebagai orang-orang yang berbahagia. Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang bahagia.

“Konsep Bahagia adalah melihat orang lain bahagia karena saya, maka saya akan bahagia,” Konsep yang mudah diucapkan tetapi sangat sulit dipraktekkan, yang terpenting kita saling membahagiakan orang lain, banyak berbuat kasih seperti ajaran Yesus sendiri yaitu cinta kasih,”ungkapnya lagi.

Rm. A. Susilo Wijoyo, Pr juga terisnpirasi dengan kata-kata dari Mother Teresa yaitu Start with a Smile.’  Menurut Rm. A. Susilo Wijoyo, Pr “Senyum adalah lengkungan lembut yang bisa meluruskan banyak hal”. Romo mengingatkan umat untuk lebih sering tersenyum daripada cemberut karena daya kekuatan senyum bisa menyelamatkan orang dari dosa.

“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah (Mat.5:8) seperti Mother Teresa yang melihat wajah Yesus pada orang yang ditolongnya.” ungkapnya mengakhiri homili.

Misa Imlek dihadiri cukup banyak umat, lagu-lagu iringanpun bergaya mandarin membuat suasana begitu khas. Doa Umat didaraskan oleh 4 wakil umat berpakaian adat masing-masing menggunakan bahasa Tionghua, Jawa, Batak dan Sunda sebagai simbol Tahun Persatuan yaitu Kita Bhineka-Kita Indonesia.

Pada akhir misa, Rm. A. Susilo Wijoyo, Pr memberkati Jeruk-Jeruk dan Angpau yang sudah disiapkan panitia. Setelah Berkat Penutup, Romo sendiri yang membagikan Jeruk-Jeruk dan Angpau kepada seluruh umat  yang hadir sebagai lambang kegembiraan dan berkat untuk semua.

Selamat Tahun Baru Imlek. Tuhan memberkati.

(Penulis :Deny K, Foto : Juan, Editor : Erin)